Mengenang Diajak Masuk Kabinet Jokowi, Prabowo: Begitu Diajak, Saya Berpikirnya Hanya Setengah Jam

Prabowo Subianto

DasFacto – Halal bi halal bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), presiden terpilih Prabowo Subianto, mengungkapkan alasannya bergabung dengan koalisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2019 silam.

“Saya bergabung dengan Pak Jokowi walaupun kita telah berseberangan, berkompetisi secara tajam, selama dua kali pemilihan umum, begitu beliau mengajak saya, saya kira saya berpikirnya mungkin hanya setengah jam dan saya menyatakan saya gabung,” kata Prabowo dalam sambutannya saat Halal bi Halal di Gedung PBNU, Jakarta, Minggu (28/4/2024).

Ia kemudian menceritakan bagaimana dirinya bisa bergabung, padahal baru saja kalah yang kedua kalinya oleh Jokowi, yaitu karena menyadari tantangan bangsa ke depan sangat berat, dan akan semakin baik jika dirinya ikut andil dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Saudara-saudara, saya bergabung dengan penuh kesadaran. Bahwa tantangan yang dihadapi oleh bangsa kita sekarang tidak semakin mudah dan tidak semakin sederhana. Tentunya dengan ajakan Pak Jokowi untuk bergabung. Dengan saya masuk ke pemerintahan, dengan saya ikut dari dekat pembahasan-pembahasan keputusan-keputusan yang diambil oleh Pak Jokowi. Saya berkeyakinan bahwa memang tugas pemerintah. Tugas menerima kepercayaan rakyat benar-benar sungguh-sungguh harus bekerja untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia, untuk keselamatan seluruh bangsa Indonesia,” beber Prabowo.

Tanpa Dukungan Jokowi saya Tidak akan Maju

Lebih lanjut, Menteri Pertahanan ini juga mengungkap tidak akan maju ke pilpres 2024 tanpa dukungan dari Presiden Jokowi.

Karena menurutnya, Indonesia membutuhkan sistem keberlanjutan untuk memperbaiki, berinisiatif dan berinovasi, agar kemajuan-kemajuan terus terjadi di Indonesia.

“Dengan demikian waktu saya ditanya mau maju atau tidak 2024 ini. Saya terang-terangan mengatakan saya maju apabila saya direstui dan didukung oleh Pak Joko Widodo,” ungkapnya.

“Kenapa, karena kita butuh kontinuitas, kita butuh komitmen keberlanjutan. Hal-hal yang baik, investasi-investasi uang rakyat yang sudah demikian besar harus diamankan. Apakah semuanya sudah bagus, tentunya tidak, apakah perlu perbaikan, tentunya perlu. Lalu apakah kita perlu untuk berinisiatif berinovasi mencari solusi-solusi yang lebih cepat dirasakan oleh rakyat. Tentu itu harus kita lakukan,” demikian Prabowo.

Sebagai informasi, Prabowo Subianto telah tercatat tiga kali ikut dalam pilpres, dua diantaranya dikalahkan Jokowi, yakni pilpres 2014 dan 2019.

Setelah kalah pada 2019, Prabowo dengan lapang dada menerima tawaran Jokowi untuk bergabung ke Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma’ruf. Menjadi Menteri Pertahanan 2019 hingga sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *