Tantangan di Sektor Kesehatan, Jokowi: Masih Minim Dokter Spesialis

Presiden Jokowi

DasFacto – Presiden Jokowi menekankan pentingnya sektor kesehatan dalam upaya Indonesia menjadi negara maju.

Menurut Presiden Jokowi tanpa kondisi kesehatan yang memadai, semua pencapaian lain akan menjadi kurang berarti.

“Kesehatan menjadi hal yang sangat penting, kunci, sangat fundamental,” kata Jokowi dalam pidatonya di Indonesia Convention and Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, Rabu (24/4/2024).

Baca Juga: Tolak Gugatan Pilpres 2024, TPN: Demokrasi Indonesia Memasuki Masa Kegelapan

Dia menjelaskan, keberhasilan Indonesia dalam menurunkan angka stunting dari 37,6 persen pada 10 tahun lalu menjadi 21,5 persen pada akhir tahun lalu. Meskipun mengakui target 14 persen masih sulit dicapai. Dia juga menyoroti tantangan besar dalam mengatasi penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, dan kanker yang menjadi penyebab kematian utama di Indonesia.

“Inilah pekerjaan besar kita. Tetapi kita tahu puskesmas sekarang ini sudah dikirim alat-alat lab, USG, EKG. Untuk mengatasi sedini mungkin hal-hal yang tadi saya sampaikan,” imbuhnya.

Baca Juga: KPU Siapkan Penetapan Prabowo-Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden

Selain itu, dia juga menyoroti infrastruktur kesehatan yang belum memadai di beberapa daerah. Termasuk fasilitas rumah sakit dan ketersediaan alat medis yang canggih. Kekurangan dokter juga masih menjadi pekerjaan rumah berat di sektor kesehatan yang Presiden tekankan untuk terus dikejar.

“Memang problem terbesar kita adalah dokter yang kurang, dokter spesialis yang kurang. Ini persoalan besar kita. Dan supaya Bapak Ibu tahu bahwa rasio dokter kita masih 0,47, rankingnya 147 dunia. Rangkingnya seperti itu, kita harus tahu. Ini yang akan kita kejar,” jelasnya.

Baca Juga: Mahfud MD: Sepanjang Sejarah MK Tidak Pernah Ada Dissenting Opinion

Menurutnya, visi jangka panjang pemerintah untuk memanfaatkan puncak bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada tahun 2030-an. Mengingat, 68 persen penduduk Indonesia akan berada di usia produktif di tahun-tahun mendatang.

Menurutnya, ini adalah kesempatan yang biasanya hanya terjadi sekali dalam peradaban sebuah negara. “Kita memiliki kesempatan besar untuk menjadi negara maju,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *