Hasto Sebut MK Gagal Jalankan Fungsinya sebagai Benteng Konstitusi

Hasto Kristiyanto

DasFacto – Hasto Kristiyanto selaku Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, merespons putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak semua permohonan dari pihak pemohon.

Menurut Hasto Kristiyanto, keputusan hakim MK seharusnya didasarkan pada pertimbangan hukum yang jernih berdasarkan suara hati nurani, keadilan yang hakiki, sikap kenegarawanan, keberpihakan pada kepentingan bangsa dan negara, serta kedisiplinan di dalam menjalankan UUD NRI 1945 dengan selurus-lurusnya.

“PDI Perjuangan menilai bahwa para hakim MK tidak membuka ruang terhadap keadilan yang hakiki, melupakan kaidah etika dan moral, sehingga MK semakin melegalkan Indonesia sebagai negara kekuasaan. Konsekuensinya, Indonesia masuk dalam kegelapan demokrasi yang semakin melegalkan bekerjanya Othoritarian Democracy melalui abuse of power Presiden Jokowi,” ujar Hasto dalam acara Rakornas DPD PDIP, di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (22/4/2024).

Baca Juga: Terima Hasil Sidang Putusan MK, Ganjar: Ini Akhir dari Sebuah Perjalanan

Hasto menyebut, PDIP menilai bahwa demokrasi di Indonesia terbatas pada demokrasi prosedural. Dampaknya, legitimasi kepemimpinan nasional ke depan akan menghadapi persoalan serius, terlebih dengan berbagai persoalan perekonomian nasional dan tantangan geopolitik global.

“PDI Perjuangan mengkhawatirkan bahwa berbagai praktik kecurangan Pemilu secara masif. Termasuk penggunaan sumber daya negara dan instrumen negara, akan semakin mewarnai pelaksanaan pemilu ke depan. Mengingat berbagai kecurangan Pemilu yang dibiarkan akan cenderung diterapkan kembali. Dengan tingkat kerusakan terhadap nilai-nilai demokrasi yang semakin besar dan mematikan prinsip kedaulatan rakyat di dalam menentukan pemimpinnya,” ucap Hasto.

“Meskipun MK gagal di dalam menjalankan fungsinya sebagai benteng Konstitusi dan benteng demokrasi. Namun mengingat sifat keputusannya yang bersifat final dan mengingkat, maka PDI Perjuangan menghormati keputusan MK, dan akan terus berjuang di dalam menjaga Konstitusi,” sambungnya.

Baca Juga: Hasil Putusan MK, Mahfud: Demi Keadaban Hukum

PDIP Tetap Kokoh Perjuangkan Demokrasi

Ia menegaskan, PDIP akan memperjuangkan demokrasi melalui pelaksanaan Pemilu yang demokratis, jujur dan adil. Serta berjuang untuk menggunakan setiap ruang hukum termasuk melalui PTUN.

Selanjutnya kata Hasto, PDIP mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen bangsa. Yang telah berjuang untuk menjaga Konstitusi dan demokrasi yang berkedaulatan rakyat.

“Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada para guru besar, para cendekiawan, seniman dan budayawan. Serta kelompok masyarakat sipil lainnya yang telah berjuang di dalam melawan berbagai bentuk abuse of power yang dilakukan oleh Presiden Jokowi,” katanya.

“Percayalah bahwa keputusan hakim MK yang menolak seluruh dalil gugatan akan dicatat dalam sejarah. Keputusan tersebut harus dipertanggung jawabkan terhadap masa depan. Sebab kebenaran dalam politik akan diuji oleh waktu. Satyam Eva Jayathe,” pungkas Hasto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *