Diego Maradona: Legenda Kontroversial dan Punya ‘Tangan Tuhan’

Maradona

DasFacto – Diego Maradona, salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepak bola, tidak hanya dianggap sebagai pemain terbaik yang pernah ada. Tetapi juga sebagai simbol dari keabadian dalam olahraga yang kita cintai.

Dikenal dengan bakat luar biasanya, kepribadiannya yang kontroversial, dan warisan yang abadi, Maradona tetap menjadi tokoh yang disegani bahkan setelah kematianya.

Lahir pada 30 Oktober 1960 di Villa Fiorito, pinggiran Buenos Aires, Argentina. Maradona tumbuh dari keluarga sederhana namun memiliki bakat alami yang mengilhami impiannya untuk menjadi legenda sepak bola. Dia memulai karir profesionalnya di usia yang sangat muda, bergabung dengan klub Argentinos Juniors pada usia 15 tahun.

Ketajamannya di lapangan segera menarik perhatian klub-klub besar. Pada usia 20 tahun, dia pindah ke Barcelona dengan biaya transfer rekor pada masanya.

Baca Juga: Media Malaysia: Indonesia Gila dan Tanpa Kompromi Libas Lawan

Namun, pencapaiannya yang sesungguhnya terjadi ketika dia bermain untuk Napoli di Italia. Di sana, dia menjadi sosok yang memimpin timnya meraih kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dimana ia memenangkan dua gelar Serie A pada 1987 dan 1990. Ia meraih berbagai trofi domestik dan internasional lainnya.

Namun, mungkin momen puncak kariernya terjadi pada Piala Dunia FIFA 1986 di Meksiko, di mana dia memimpin Argentina meraih gelar juara dunia dengan permainan yang brilian.

Salah satu momen yang paling diingat dari turnamen itu adalah gol kontroversialnya dalam pertandingan perempat final melawan Inggris. Gol itu, yang kemudian dikenal sebagai “Tujuan Tangan Tuhan” dan “Tujuan yang Diberikan oleh Tuhan”.

Menunjukkan kejeniusannya yang luar biasa tetapi juga menimbulkan polemik yang berkepanjangan. Namun demikian, tidak ada yang dapat mengurangi dampak dan keberhasilan Maradona dalam membawa Argentina meraih kejayaan.

Selain bakat sepak bolanya yang luar biasa, Maradona juga dikenal karena kepribadiannya yang flamboyan dan kontroversial di luar lapangan. Dia melalui berbagai masalah pribadi, termasuk masalah kesehatan dan ketergantungannya pada narkoba.

Namun, meskipun segala kontroversi dan kesulitan yang dia alami, penggemar sepak bola di seluruh dunia tetap mengagumi keahlian dan dedikasinya terhadap permainan.

Kematian Maradona pada 25 November 2020 karena serangan jantung mengguncang dunia sepak bola dan menyebabkan duka yang mendalam di Argentina dan di seluruh dunia.

Namun, warisan dan kenangan tentangnya tetap hidup dalam hati para penggemar, rekan-rekan sesama pemain, dan para pecinta sepak bola di seluruh penjuru dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *