Soal PPN 12 Persen, HIPMI: Tunda Dulu, Ekonomi Masih Rapuh

Airlangga Hartarto

DasFacto – Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator bidang Perekonomian menyatakan bahwa tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) akan meningkat menjadi 12% pada tahun 2025.

Airlangga Hartarto menegaskan bahwa tidak akan ada penundaan dalam kebijakan tersebut. Sebelumnya, tarif PPN telah mengalami kenaikan menjadi 11% sejak tahun 2022, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), yang sebelumnya berada pada tingkat 10%.

Menanggapi hal itu, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Tax Center yang juga CEO Pajakind. Arif Rohman menyoroti dampak yang mungkin terjadi akibat rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada Januari 2025.

Baca Juga: Ducati Buka Peluang Promosikan Marquez Pasca Hasil di GP Qatar

“Jika kita melihat kondisi ekonomi saat ini, terutama dengan angka inflasi yang tinggi. Kenaikan PPN menjadi 12% berpotensi memberikan dampak yang signifikan. Terutama terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan,” jelas Arif dalam YouTube IDX Channel, Jumat (15/3/2024).

Selanjutnya, ia juga menggarisbawahi urgensi untuk menyesuaikan kebijakan dengan kondisi riil yang ada.

“Meskipun kebijakan kenaikan PPN telah diatur dalam undang-undang, kita harus mempertimbangkan dampaknya terhadap kondisi ekonomi yang masih rentan,” tegasnya.

Baca Juga: Pemerintah Tolak Alih Aset GBK dan Kemayoran untuk Dikelola Jakarta

Selain itu, Arif menyoroti perlunya penundaan pemberlakuan kenaikan tarif PPN dengan cara menunda berlakunya aturan tersebut.

“Kita tidak bermaksud untuk membatalkan kebijakan ini. Namun menunda pemberlakuan bisa memberikan waktu bagi pembenahan kondisi ekonomi yang saat ini masih rapuh,” paparnya.

Sehingga, Arif menegaskan perlunya kolaborasi antara pemerintah. Pengusaha, dan masyarakat dalam menentukan langkah-langkah yang tepat untuk menjaga keseimbangan ekonomi yang sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *