Asosiasi Sebut Industri Minuman Ringan Kebal Aksi Boikot Produk Pro Israel

Asosiasi Industri Minuman Ringan

DasFacto – Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) menegaskan industri minuman ringan di Indonesia menunjukkan ketahanannya meski terjadi aksi boikot terhadap produk Israel.

Ketua umum Asosiasi Industri Minuman Ringan, Triyono Prijosoesil menyatakan bahwa dampak aksi boikot tersebut tidak signifikan bagi industri minuman dalam negeri.

“Secara overall kalau dilihat dari industri, kalau ke industri kita tidak terlalu terdampak ya,” kata Triyono dalam Konferensi Pers bertajuk. ‘Kinerja Industri Minuman di Tahun 2023, serta Peluang dan Tantangan di Tahun 2024’, di Jakarta, Rabu (13/3/2024).

Baca Juga: Salah Satu Manfaat Kurma Bisa Menunjang Kecantikan selama Puasa

Selanjutnya, ia menjelaskan, fokus utamanya pada meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk-produk minuman lokal. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan di mana ASRIM menyoroti pentingnya menjaga stabilitas pasar domestik.

“Jadi, memang itu sangat spesifik. Kalau secara industri agregat kelihatannya kita lebih fokus pada menjaga daya beli dan bagaimana menjaga beban usaha terjaga. Mungkin ke arah sana,” ungkapnya.

Meskipun demikian, data dari ASRIM menunjukkan adanya pertumbuhan secara umum sebesar 3,1% dari tahun 2022 hingga 2023. Namun, pertumbuhan ini didominasi oleh penjualan air mineral.

Baca Juga: 7 Tips Tetap Hemat anti Missqueen saat Bukber Ramadan 2024!

“Antara 2022 – 2023 ada pertumbuhan 3,1 persen kalau kita lihat secara total. Tapi penyumbang utama dari pertumbuhan itu hanya air mineral. Kalau kita keluarkan (air mineral) pertumbuhan industri adalah minus 2,6 persen,” jelasnya.

Selain itu, ia mengungkapkan air mineral masih menjadi kategori yang sangat dominan dengan kontribusi sebesar 60% terhadap pertumbuhan industri minuman. Diikuti oleh teh dalam kemasan sebagai urutan kedua dalam kontribusi pertumbuhan tersebut.

Di lain sisi, ASRIM juga menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas industri minuman ringan di Indonesia di tengah berbagai dinamika pasar yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *