Pengamat: Usulan Hak Angket, Bentuk Emosi PDIP ke Jokowi

Refly Harun

DasFacto – Efriza selaku Pengamat politik dari Citra Institute menilai wacana usulan hak angket di DPR RI soal kecurangan pemilu hanya sebagai wujud luapan emosi PDI Perjuangan kepada Presiden Joko Widodo.

Bukan tanpa sebab, lanjut Efriza, banyak jalur yang bisa ditempuh PDIP untuk melaporkan dugaan pelanggaran atau kecurangan pemilu yang disebut-sebut dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

“Jika PDIP tak memproses berbagai mekanisme hukum lainnya seperti pengaduan ke Bawaslu, DKPP, maupun mekanisme sengketa melalui MK, ini mencerminkan sasaran PDIP hanya kepada Presiden Jokowi,” kata Efriza kepada wartawan di Jakarta, Jumat (23/2/2024).

Baca Juga: Rizky Irmansyah Ajudan Prabowo, Pacar Baru Nikita Mirzani?

Menurutnya, kekesalan itu karena PDIP merasa ditinggal oleh Jokowi dan menjadi penyebab paslon yang diusungnya, yakni Ganjar Pranowo-Mahfud MD mengalami kekalahan telak di Pilpres 2024.

“Ini artinya teriak kecurangan hanya karena PDIP sedang ngambek tingkat dewa karena ditinggal Jokowi. Bukan sekadar ditinggal, Jokowi mengendorse Prabowo, dan mengajukan Gibran, ternyata malah PDIP merasakan kekalahan,” ujarnya.

Bukan hanya di pilpres, Efriza menilai perolehan suara PDIP di pileg juga kurang memuaskan. Meskipun berada di urutan pertama, namun suara PDIP tidak sesuai target bahkan lebih kecil dari 2019 lalu.

Baca Juga: Fakta Baru Korban Geng Tai, Diduga Pelaku Pelecehan Seksual

“Jadi memungkinkan sikap hak angket ini adalah perasaan dalam bahasa sarkas anak sekarang. PDIP ‘nyesek to the bone’ karena tak rampak barisannya kawanan Banteng Moncong Putih,” ucapnya.

Efriza meyakini, partai-partai lain di DPR akan berfikir panjang sebelum mendukung usulan hak angket PDIP. Sebab, partai lain diyakini tidak ingin terlibat untuk mendukung kekesalan PDIP terhadap Jokowi.

“Hanya kita perlu menunggu langkah PDIP ini apa didukung partai-partai lain. Sebab, partai lain juga berpikir cermat. Jangan sampai mereka turut menggulirkan hak angket, ternyata hanya mendukung kekesalan PDIP saja sama Jokowi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *