Kulik: Michael Schumacher dan Tantangan Comeback F1 Bersama Mercedes

Michael Schumacher

DasFacto – Ketika legenda balap Formula 1, Michael Schumacher, kembali ke arena utama pada tahun 2010 bersama tim Mercedes, muncul harapan tinggi yang menyertainya.

Namun, kenyataannya jauh dari ekspektasi. Dengan hanya satu podium dan satu pole position dalam tiga musim yang dijalani. Apa yang menyebabkan ketidakberhasilan Schumacher dalam comeback-nya ini?

Banyak yang mengaitkan penurunan performa Schumacher dengan usia dan kehilangan kecepatan. Namun, seorang insinyur berpengalaman yang pernah bekerja dengan Schumi di Ferrari, Aldo Costa, memiliki pandangan yang berbeda.

Ketika Legenda Tergerus Oleh Zaman

Menurut Costa, Schumacher adalah pembalap yang mengandalkan pengembangan mobil melalui pengujian lintasan secara langsung.

Namun, larangan uji coba bebas membuatnya kehilangan keuntungan tersebut. Schumacher tidak hanya menemukan dirinya terbatas dalam hal pengembangan mobil, tetapi juga sangat tidak menyukai simulator, alat penting dalam pengembangan modern.

Baca Juga: Jual Dua Mobil untuk Modal Nyaleg, Dede Sunandar Cuma Meraih 10 Suara di Pemilu 2024

Perbedaan signifikan lainnya adalah perubahan dalam regulasi ban. Saat Schumacher meraih kesuksesan dengan Ferrari, ada dua pemasok ban yang bersaing, memberikan tim kemampuan untuk memilih dan memanfaatkan ban yang sesuai dengan gaya mengemudi mereka.

Tetapi, pada era comeback-nya, tidak ada lagi pilihan ban, dan pembalap harus beradaptasi dengan ban yang sama untuk semua tim.

Costa menekankan bahwa kemampuan Schumacher dalam memanfaatkan ban yang dia tidak pilih telah menjadi kunci kesuksesan di masa lalu, namun tanpa opsi tersebut, ia kehilangan keuntungan tersebut.

Dalam perbandingan dengan Lewis Hamilton, pembalap generasi baru yang sukses, Costa menyoroti perbedaan pendekatan terhadap uji coba.

Schumacher terbiasa menghabiskan banyak waktu di atas mobil uji coba, sementara Hamilton lebih memilih pendekatan berbasis simulator. Costa percaya bahwa perbedaan ini juga berdampak pada performa Schumacher dalam comeback-nya.

Dengan demikian, menurut Costa, larangan uji coba dan perubahan dalam regulasi ban menjadi faktor kunci dalam ketidakberhasilan Schumacher dalam comeback-nya.

Ini bukanlah masalah penurunan kemampuan atau kecepatan, tetapi lebih pada perubahan dalam lingkungan balap yang tidak mendukung kekuatan Schumacher.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *