Presiden Jokowi Bertemu Surya Paloh, Ini Kata PDIP!

Presiden Jokowi

DasFacto – Presiden Jokowi dan Ketua umum partai Nasdem, Surya Paloh bertemu menjadi isu penting ditengah pemilihan presiden 2024 kali ini.

Merespon hal tersebut. Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto tidak terlalu banyak mengomentari tentang pertemuan tersebut.

Dirinya justru mengingatkan tentang tanggung jawab Jokowi sebagai kepala negara dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

Baca Juga: Erick Thohir: Untuk Punya Timnas yang Bagus Biayanya Rp250 Miliar sampai Rp500 Miliar

“Kalau kita lihat berdasarkan catatan kritik yang diberikan oleh para pengamat, para tokoh-tokoh pro demokrasi, maka Pak Jokowi sebagai sosok yang seharusnya bertanggungjawab terhadap kualitas demokrasi itu sendiri,” ucap Hasto kepada wartawan, di Gedung MNC Tower, Jakarta, Senin (19/2/2024).

“Sehingga ketika di tengah-tengah proses rekapitulasi yang masih berjalan, upaya-upaya yang dipersepsikan menggalang dukungan itu kan sebenarnya justru apa yang terjadi selama ini itu tidak benar, sehingga masih diperlukan suatu langkah-langkah konsolidasi seperti itu,” tambahnya.

Menurutnya, jika proses pemilu berjalan dengan baik, maka konsolidasi pasca pemilu seperti yang dilakukan oleh Jokowi dan Surya Paloh tidak terlalu dibutuhkan.

Baca Juga: Surya Paloh Dipanggil Presiden Jokowi ke Istana, Ada Apa Nih?

“Kalau semua proses itu berjalan baik, ya tidak perlu dilakukan suatu proses konsolidasi pasca pemilu, karena semuanya berjalan natural sesuai dengan kehendak rakyat,” ujarnya.

Demokrasi sedang Tidak Berjalan dengan Baik?

Kendati demikian, melihat pertemuan tersebut, justru menunjukan tanda tanya yang berarti demokrasi tidak berjalan dengan baik.

“Tetapi ketika proses konsolidasi justru tetap dilakukan. Hal ini menunjukan ada question mark yang kemudian harus dijawab bersama-bersama. Dimana demokrasi kita sedang berada dalam masalah besar,” tutur Hasto.

Ketika ditanyai apakah PDIP akan ada komunikasi seperti yang dilakukan Surya Paloh dengan Jokowi. Hasto mengingatkan bahwa Pemilu 2024 belum selesai.

“Ya sebenarnya ini pemilu belum selesai, masih proses dilakukan rekapitulasi secara berjenjang. Tentunya kita tidak menutup mata bahwa yang disampaikan di dalam Dirty Vote demokrasi kita itu turun ke titik nadir. Ini menjadi perhatian kita bersama,” ucap Hasto.

“Karena ini menyangkut masalah masa depan kita bagaimana proses demokrasi yang dibangun di bawah intervensi kekuasaan yang luar biasa,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *