Ulik: Ini Alasan AS dan Inggris Putuskan Bombardir Yaman

Perang

DasFacto – Amerika Serikat dan Inggris yang didukung 10 negara lainnya melancarkan serangan udara dan laut terhadap target-target militer Houthi di Yaman pada Kamis (11/1/2024) dini hari waktu setempat.

Menurut Amerika Serikat, serangan yang dilakukan sebagai bagian dari upaya internasional untuk memulihkan arus perdagangan bebas di rute utama antara Eropa dan Asia yang menyumbang sekitar 15% lalu lintas pelayaran dunia.

Namun, serangan tersebut juga dinilai sebagai unjuk rasa tak terbantahkan atas perjuangan AS. Guna mengendalikan dampak perang Israel-Hamas di Timur Tengah sejak meletus pada bulan Oktober lalu.

Meskipun AS mengatakan tidak ada niat untuk meningkatkan ketegangan, sementara Houthi telah bersumpah untuk membalas setiap serangan.

Lantas apa alasan AS dan Inggris Bombardir Yaman?

Pada 9 Januari. Pasukan angkatan laut AS dan Inggris menembak jatuh 21 pesawat tanpa awak dan rudal Houthi dalam apa yang digambarkan oleh mereka sebagai serangan yang kompleks. Sebuah bahasa yang mengingatkan kita pada bagaimana mereka pernah menggambarkan serangan Taliban atau ISIS di Afghanistan dan Irak.

Lalu beberapa jam sebelum serangan AS dan Inggris di Yaman. Militer AS mengatakan bahwa Houthi menembakkan rudal balistik anti-kapal ke jalur pelayaran internasional di Teluk Aden. Dua hari setelah serangan terbesar Houthi hingga saat ini.

Presiden AS, Joe Biden, dalam pernyataannya mengatakan bahwa serangan Houthi pada tanggal 9 Januari secara langsung menargetkan kapal-kapal Amerika.

Para tokoh Partai Republik di Kongres AS menyambut baik langkah tersebut. Sementara beberapa anggota Partai Demokrat di Kongres menyatakan kekhawatirannya. Bahwa AS dapat terjebak dalam perang yang akan berlangsung selama beberapa dekade.

“Serangan ini terlambat dua bulan. Tetapi ini adalah langkah pertama yang baik untuk memulihkan pencegahan di Laut Merah,” kata Senator AS Roger Wicker anggota Partai Republik terkemuka Komite Angkatan Bersenjata Senat.

Serangan tersebut menyusul langkah-langkah diplomatik. Sekaligus militer lainnya yang diharapkan oleh para pejabat AS akan menghentikan serangan Houthi tanpa memulai konflik baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *