WHO Minta Seluruh Negara Larang Vape Beraroma atau Perasa

DasFacto – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah di seluruh negara untuk mulai melarang semua jenis vape atau rokok elektronik beraroma atau perasa, dan diperlakukan serupa dengan rokok tembakau.

Beberapa peneliti, aktivis, dan pemerintah melihat bahwa rokok elektrik atau vape adalah alat utama dalam mengurangi kematian dan penyakit akibat rokok. Di sisi lain, WHO menilai ‘langkah-langkah mendesak’ diperlukan untuk mengendalikannya.

Kabar tentang WHO minta seluruh negara larang vape beraroma atau perasa.

Keep scrolling untuk terus membaca!

1. Penelitian katakan tak ada cukup bukti yang menunjukkan vape membantu perokok berhenti merokok

1. Penelitian katakan tak ada cukup bukti menunjukkan vape membantu perokok berhenti merokok

Pexels/Amber Hu

Menurut laman Reuters, penelitian mengatakan tidak ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa vape dapat membantu para perokok untuk berhenti merokok. Di sisi lain, vape dinilai berbahaya bagi kesehatan dan dapat mendorong terjadinya kecanduan nikotin di kalangan non-perokok, terutama anak-anak dan remaja.

Mengejutkannya, lebih banyak anak usia 13-15 tahun yang menggunakannya dibandingkan orang dewasa di seluruh wilayah WHO yang dibantu oleh pemasaran yang agresif.

“Anak-anak direkrut dan dijebak pada usia dini untuk menggunakan rokok elektrik dan mungkin kecanduan nikotin,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

2. WHO serukan larangan penyedap rasa seperti mentol dan penerapan langkah pengendalian tembakau pada vape

2. WHO serukan larangan penyedap rasa seperti mentol penerapan langkah pengendalian tembakau vape

Pexels/kikx bulacan

Mengenai fenomena tersebut, Tedros sebagai perwakilan dari WHO pun mendesak negara-negara di dunia untuk menerapkan tindakan tegas terkait dengan penggunaan vape.

Selain itu, WHO pun menyerukan perubahan, termasuk larangan semua bahan penyedap rasa seperti mentol, dan penerapan langkah-langkah pengendalian tembakau. Hal itu juga termasuk pajak yang tinggi dan larangan penggunaan di tempat umum.

3. WHO dan beberapa organisasi anti tembakau dorong peraturan lebih ketat terhadap produk nikotin baru

3. WHO beberapa organisasi anti tembakau dorong peraturan lebih ketat terhadap produk nikotin baru

Pexels/Erik Mclean

WHO sendiri tidak mempunyai kewenangan atas peraturan nasional, dan hanya bisa memberikan panduan. Meski begitu, rekomendasinya sering sekali diadopsi secara sukarela.

Dikutip dari laman Reuters, WHO dan beberapa organisasi anti tembakau lainnya pun mendorong peraturan yang lebih ketat terhadap produk nikotin baru dengan menargetkan alternatif yang menjadi landasan beberapa perusahaan rokok raksasa.

4. WHO sebut ada risiko kesehatan jangka panjang dari vape

4. WHO sebut ada risiko kesehatan jangka panjang dari vape

Freepik/Racool_studio

WHO sebagai organisasi kesehatan dunia pun mengatakan tentang risiko kesehatan jangka panjang.

Meski risiko kesehatan jangka panjang belum dipahami, kabarnya dapat menghasilkan beberapa zat yang diketahui menyebabkan kanker, menimbulkan risiko terhadap kesehatan jantung dan paru-paru, serta dapat mempengaruhi perkembangan otak pada generasi muda.

Demikianlah informasi tentang WHO minta seluruh negara larang vape beraroma atau perasa yang sudah dirangkum secara detail. Lewat rangkuman ini, Mama tentunya menjadi tahu tentang larangan terbaru WHO tentang vape. Melansir dari popmama

Bagaimana menurut tanggapanmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *