Momen Debat Cawapres, Pengamat Politik: Kasih Pertanyaan Jangan Disingkat Ini Bukan Cerdas Cermat

Moment Debat

DasFacto – Momen Debat Cawapres sampai saat ini masih menjadi perbincangan hangat seluruh masyarakat Indonesia.

Terutama kepada Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka yang tidak dapat menghindari kritik publik atas pertanyaan-pertanyaannya dalam momen debat yang terkesan seringkali rumit.

Menurut Pengamat Politik Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti mengkritisi metode debat yang menggunakan singkatan-singkatan yang tidak banyak diketahui orang yang pada akhirnya hanya akan merusak etika dan kualitas debat dari seorang calon.

“Model pertanyaan tricky yang sering digunakan oleh Gibran dapat merugikan etika dan kualitas debat penting seperti cawapres ini. Akhirnya, yang muncul bukanlah pemahaman dan kekuatan argumen, melainkan hiburan semata,” ujarnya melalui lansiran Akurat.co pada Minggu (24/12/2023).

Jangan Lagi Berikan Pertanyaan yang Disingkat

Oleh karena itu, Ray mengusulkan kedepannya agar pasangan calon menghindari pertanyaan yang terkesan menyulitkan, karena hal tersebut dapat menciptakan kesan lomba kuis pengetahuan daripada sebuah debat capres-cawapres yang substansial.

“Oleh karena itu, untuk debat-debat berikutnya, sebaiknya kita hindari model pertanyaan yang rumit seperti ini. Karena jika kita terus melakukannya, akhirnya kita hanya akan menyaksikan perlombaan kuis pengetahuan, bukan sebuah debat yang visioner,” ujarnya.

Menurut Ray, jika pertanyaan semacam itu terus dilakukan, maka dalam debat, para kandidat akan berlomba menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang rumit.

“Semua capres/cawapres akan berlomba-lomba untuk menanyakan sesuatu yang rumit. Menanyakan pasal, hari, istilah teknis, dan lain sebagainya. Mari kita jaga kualitas debat ini dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai debat ini menjadi semacam lomba kuis pengetahuan semata,” tambah Ray.

Sebelumnya, dalam debat cawapres yang kedua pada Jumat (22/12/2023), Gibran memang seringkali memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berisi singkatan-singkatan.

Bahkan, cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, sempat bingung dengan singkatan yang diberikan oleh Gibran saat bertanya mengenai upaya meningkatkan peringkat Indonesia di State of the Global Islamic Economy (SGIE).

Setelah Gibran menjelaskan SGIE, Cak Imin kemudian menjelaskan beberapa solusi untuk meningkatkan SGIE di Indonesia.

Namun, karena keterbatasan waktu, ia hanya sempat menyebut satu poin saja sebelum waktu berakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *