Belajar Parenting Sejak Dini, Siap Mental dan Finansial

DasFacto – Mengasuh anak adalah perjalanan yang penuh tantangan dan kebahagiaan dalam membimbing, mendidik, dan mencintai anak sejak lahir.

Mama tahu nggak sih? Ternyata membimbing anak bukan hanya tugas Mama saja, tapi Papa juga ikut dalam membimbing anak sejak lahir.

Sebagai orangtua, tugasnya tidak hanya memberikan perlindungan fisik, tetapi juga membentuk karakter serta memberikan dukungan emosional.

Proses ini memerlukan kesabaran, pengertian, dan keterlibatan aktif dalam perkembangan anak. Melalui pendekatan yang positif dan mendukung, Mama dan Papa dapat menciptakan lingkungan yang aman dan memicu pertumbuhan optimal anak.

Dalam perjalanan ini, Mama dan Papa pasti ingin tahu bagimana melakukan parenting yang benar untuk anak.

Berikut adalah belajar parenting sejak dini, siap mental dan finansial

1. Generasi Alfa bersahabat dengan teknologi

1. Generasi Alfa bersahabat teknologi

Pexels/Vidal Balielo Jr.

Generasi Alfa lahir dari tahun 2013 ke atas, yang artinya sejak dilahirkan sudah dekat dengan teknologi. Tidak heran jika terkadang Generasi Alfa lebih pintar dalam menggunakan teknologi dibandingkan orangtua.

Jika Mama pernah merasa bingung saat anak Mama mulai terlihat kecanduan dalam penggunaan ponsel, Mama harus membatasi anak dalam penggunaan ponsel.

Ario Pratomo, Tech Enthusiast yang ditemui dalam acara MY BABY Momversity Ke-5, Sabtu (6/12/2023) menambahkan bahwa Mama dan Papa harus menanamkan mindset bahwa gadget adalah milih orangtua. Jadi anak merasa ada batasan dalam penggunaan ponsel. 

Mama dan Papa juga jangan lupa untuk membatasi konten dan games yang ada di gadget dan pastikan anak menjelajahi internet sesuai usianya, ya

2. Kesiapan mental dan finansial sebelum jadi Mama dan Papa

2. Kesiapan mental finansial sebelum jadi Mama Papa

Popmama.com/Avifah Sinta Suharyono

MY BABY Momversity Ke-5, Sabtu (6/12/2023)

Mama dan Papa sebelum menikah, pernah membicarakan tentang pengelolaan uang setelah menikah? Atau sudah mulai menabung untuk kuliah anak di masa depan?

Perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama dan pengelolaan uang.

Jangan pernah berpikir bahwa hanya Mama saja yang boleh mengatur keuangan, Papa juga boleh ikut dalam pengelolaan uang bersama.

Sebelum menikah, penting untuk membicarakan apakah sudah siap secara finansial untuk berkeluarga?

Kita perlu tahu bahwa setelah menikah, keuangan akan keluar dua kali lipat atau lebih banyak dari sebelumnya. Mental dan finansial adalah hal yang perlu Mama dan Papa siapkan sebelum menikah.

3. Financial hacks penting saat sudah menikah

3. Financial hacks penting saat sudah menikah

Pexels/Bich Tran

Jika sudah membicarakan uang, pasti cukup sensitif untuk dibahas. Namun, Mama dan Papa wajib untuk membicarakannya, terutama jika ingin memiliki anak.

Kesadaran memiliki dana darurat penting untuk diterapkan setelah menikah. Menurut Annisa Steviani, Certified Financial Planner, dana darurat harus ada dan tidak boleh digunakan.

Gunakan dana darurat saat situasi buruk terjadi atau ada hal urgent yang memaksakan Mama dan Papa untuk menggunakan uang tersebut.

Memiliki prioritas keuangan juga sangat penting untuk keluarga. Contohnya seperti Mama dan Papa sudah membuat prioritas untuk memiliki dana pensiun, dana pendidikan, asuransi, dan dana darurat. Jangan lupa untuk menentukan goals dalam prioritas Mama dan Papa.

Untuk menjaga dan meningkatkan nilai aset, Mama dan Papa dapat melakukan investasi, sehingga dana yang telah disiapkan dapat meningkat terus.

4. Sebelum menikah penting mengerti parenting

4. Sebelum menikah penting mengerti parenting

Popmama.com/Avifah Sinta Suharyono

MY BABY Momversity Ke-5, Sabtu (6/12/2023)

Untuk rencana memiliki dan mengasuh anak, Mama dan Papa harus dipelajari dari sedini mungkin.

“Menurut aku, nggak hanya perempuan yang belajar parenting, tapi laki-laki juga. Karena punya anak keputusan berdua, kenapa kebanyakan Mama aja yang belajar parenting? Padahal parenting itu berdua, laki-laki penting untuk menjadi Papa yang lebih baik atau support Mama dalam menjaga anak,” ungkap Kimberly Ryder, saat ditemui dalam press conference, Sabtu (6/12/2023) di Kawasan Gandaria City, Jakarta.

Mama dan Papa harus saling mengerti dan sabar dalam menjadi orangtua yang baik untuk anak. Belajar parenting sejak dini juga membantu mencegah konflik keluarga dan mengukuhkan ikatan emosional antara orangtua dan anak.

Kesadaran akan pentingnya peran orangtua dalam membimbing anak menuju kemandirian dan tanggung jawab akan membawa dampak positif jangka panjang dalam pembentukan karakter anak.

Belajar parenting sejak dini adalah investasi berharga untuk membangun pondasi kuat dalam hubungan keluarga. Dengan keterlibatan aktif dan pemahaman tentang perkembangan anak, Mama dan Papa dapat membentuk anak menjadi individu yang tangguh dan bahagia.

Semoga Mama dan Papa semakin semangat untuk menjaga dan membimbing anak, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *