Ini Investasi yang Dimiliki Sultan Hassanal Bolkiah, Ada di Indonesia Juga!

Sultan Hassanal

DasFacto – Sultan Hassanal Bolkiah dikenal sebagai sosok yang memiliki kekayaan berlimpah ruah.

Kekayaan yang dimiliki oleh Sultan Hassanal Bolkiah itu tentunya terdiri dari berbagai macam aspek.

Salah satunya merupakan investasi yang kini tengah dijalankan oleh Sultan Hassanal Bolkiah tersebut. Dalam rangka investasi tersebut, Sultan Bolkiah pun membangun Brunei Invesment Agency (BIA).

Baca Juga: Lirik Lagu Dear Mantan oleh Kangen Band

“Sebuah lembaga dibawah Kementrian Keuangan Brunei yang bertanggung jawab mengurus investasi di luar negeri,” ucap pengisi suara YouTube Yudha Putra Kusuma yang Hops.ID kutip pada Sabtu, 28 Oktober 2023.

Kiprah BIA pun banyak tercatat melakukan investasi di sektor perhotelan, mulai dari Amerika hingga Eropa.

Bermacam-Macam Investasi

Sejumlah hotel mewah berbintang lima pun disebut-sebut dikuasai oleh BIA, lembaga dari Brunei ini. The Dorchester, Forty Five Park Lane dan Coworth Park di Inggris merupakan contoh dari milik BIA.

Tidak hanya itu saja, pasalnya The Beverly Hilton dan Hotel Bel-Air di Amerika Serikat juga milik BIA. Di negara Perancis, BIA pun memiliki hotel mewah seperti Le Meurice dan juga Hotel Plaza Athenee.

Baca Juga: Lirik Lagu Ayah Ibu oleh Jasmine Feat Tri Suaka

“Kemudian Hotel Principe dan Hotel Eden di Italia,” ujarnya.

Tidak hanya pada benua Amerika dan Eropa saja, karena BIA tersebut juga menyebar di Benua Asia. Jejak lembaga Brunei Darussalam tersebut ditemukan pula di Australia, Malaysia dan juga Indonesia.

“Di Indonesia sendiri salah satunya adalah Nusa Dua Hotel Beach and Spa,” tuturnya.

Kabarnya baru-baru ini lembaga yang dibuat Sultan Bolkiah itu berinvestasi pada Draper Esprit PLC. Draper Esprit PLC tersebut pun merupakan sebuah perusahaan Ventura yang berasal dari Inggris.

Baca Juga: Lirik Lagu DJ Malam Pagi yang Trending di TikTok

Disebutkan jika Brunei berinvestasi pada perusahan Ventura tersebut sebesar 20 juta poundsterling.

“Pendapatan BIA dari bisnis investasi di luar negeri pada tahun 1998 saja mencapai 2,32 miliar dolar Amerika Serikat,” jelasnya.

“Dengan total aset ditaksir menembus 40 miliar dollar Amerika Serikat,” tambahnya.

Dengan total penghasilan itu pun menjadi sebuah pencapaian besar bagi negara Brunei Darussalam. Pasalnya pada saat itu hampir semua negara di Asia Tenggara tengah ini mengalami krisis moneter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *