Disindir Megawati, TKN Prabowo-Gibran Sindir Menteri-menteri dari PDIP

Nusron Wahid

DasFacto – Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengkritisi pernyataan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang menyebut ada pihak baru berkuasa namun ingin bertindak seperti Orde Baru.

Menurut Sekretaris Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, semestinya Megawati bercermin karena banyak kadernya yang justru menempati posisi strategis di pemerintahan saat ini dan berpotensi melakukan tindakan sewenang-wenang.

Adapun, sejumlah menteri yang berasal dari PDIP di antaranya Menteri PANRB, Abdullah Azwar Anas; Menteri Sosial, Tri Rismaharini; hingga Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly.

Baca Juga: Ada Upaya Penjegalan dari Projo Ganjar, TKN Prabowo-Gibran: Namanya Juga Usaha

“Menpan RB itu dari PDIP. Jadi kalau kemudian dikatakan mirip Orde Baru karena ada mobilisasi ASN, yang paling bertanggung jawab terhadap mobilisasi ASN. Yang bisa melakukan itu adalah Menpan RB. Jangan tanya Menpan RB itu dari mana. Nah saya tidak sebut, dari partai tertentu,” jelas Nusron di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (28/11/2023).

“Kemudian mobilisasi yang kedua adalah mobilisasi tenaga-tenaga sosial perlindungan sosial seperti pendamping PKH yang berpotensi untuk dimobilisasi. Nah, itu juga hanya bisa dilakukan oleh Menteri Sosial dan Kementerian Sosial juga tersentralisasi oleh partai tertentu. Kemudian yang bisa dimobilisasi adalah lapas, kan lapas yang itu juga kita tahu kebetulan menterinya juga datang dari partai tertentu,” sambungnya memaparkan.

Tak hanya itu, Nusron juga mengungkapkan ciri-ciri rezim Orde Baru yaitu adanya pemanfaatan Badan Intelijen Negara (BIN). Untuk kepentingan mengintervensi masyarakat dan membuat pakta integritas demi memenangkan pasangan tertentu.

Baca Juga: Cak Imin: Jabatan Menhan Harusnya Buat Saya bukan Prabowo

“Salah satu ciri lagi Orde Baru adalah intelijen negara itu. Dipakai untuk kepentingan menakut-nakuti orang kemudian membuat pakta integritas supaya memenangkan calon tertentu. Dan saya tahu dan kita semua paham dan itu dilakukan oleh pasangan tertentu bukan oleh Pak Jokowi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *