Megawati: Kasus MK Salah satu Tanda Manipulasi Hukum yang Terulang

Megawati

DasFacto – Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDI Perjuangan mengungkapkan pandangannya terhadap situasi politik saat ini di Indonesia melalui pidato.

Dimana Megawati secara khusus menyoroti kasus pencopotan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, karena terbukti melanggar etika dalam putusan No.90/PUU-XXI/2023 tentang UU Pemilu.

Dirinya menekankan bahwa kasus tersebut menjadi contoh yang memperlihatkan bahwa manipulasi hukum kembali terjadi, mengingatkan masyarakat pada praktik-praktik serupa sebelum era reformasi. Dalam pidato virtual di Jakarta.

Baca Juga: Soal Kemiskinan yang Melanda Nelayan, Prabowo: Kita Bagikan Mesin dan Kapal

“Apa yang terjadi di Mahkamah Konstitusi akhir-akhir ini telah menyadarkan kita semua, bahwa berbagai manipulasi hukum kembali terjadi. Itu semua akibat praktik kekuasaan yang telah mengabaikan kebenaran hakiki, politik atas dasar nurani,” ucapnya.

Selanjutnya, Megawati menegaskan bahwa rekayasa dan manipulasi hukum harus dihindari, karena hukum seharusnya menjadi landasan keadilan bagi seluruh bangsa dan negara.

“Rekayasa hukum tidak boleh terjadi lagi. Hukum harus menjadi alat yang menghadirkan kebenaran. Harus menjadi alat mewujudkan keadilan. Hukum harus menjadi alat mengayomi seluruh bangsa dan negara Indonesia. Dengan keadilan inilah kemakmuran pasti akan bisa diwujudkan,” tegasnya.

Baca Juga: Strategi Utama Anies Baswedan Jaga Pangan Indonesia

Megawati juga mencatat putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), yang memecat Anwar Usman, sebagai bukti bahwa kebenaran dan akal sehat tetap kokoh menghadapi upaya manipulasi hukum.

“Keputusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi telah memberikan cahaya terang di tengah kegelapan demokrasi. Keputusan tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan moral, politik kebenaran, dan politik akal sehat tetap berdiri kokoh meski menghadapi rekayasa hukum konstitusi,” ujarnya.

Baca Juga: Prabowo: Ekonomi Harus di Tangan Sendiri

Selanjutnya, Megawati mendorong masyarakat untuk tidak takut menyuarakan pendapat, serta mengajak mereka untuk terus bersuara demi kebenaran.

“Genggam erat semangat reformasi, kawal demokrasi, jangan takut bersuara, berpendapat segala sesuatu tetap kehendak hati, kawal demokrasi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *