Ini Kata Sri Mulyani Usai Diminta Jokowi Bayar Utang ke Bulog Rp16 T

Tantangan Pertumbuhan Ekonomi

DasFacto – Menteri Keuangan, Sri Mulyani, telah berjanji bahwa utang sebesar Rp16 triliun yang dimiliki oleh Bulog akan dibayar setelah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyelesaikan proses auditnya.

“Tagihan Rp16 triliun dari Bulog, mekanisme kita dengan Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) adalah kita akan melakukan pembayaran setelah adanya audit BPKP,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (6/11/2023).

“Jadi, sekarang ini BPKP diminta untuk mengaudit secara lebih cepat sehingga tagihannya bisa disampaikan kepada kita (untuk dibayar),” tambah Sri Mulyani.

Meskipun pemerintah memiliki utang sebesar Rp16 triliun, Menteri Keuangan menyatakan bahwa operasional Bulog tidak akan terganggu.

Baca Juga: Menteri Keuangan Sebut Penerimaan Pajak Periode Januari-September 2023 Positif

Sri Mulyani menjelaskan bahwa anggaran Bulog untuk impor beras dan operasi pasar selama ini dibiayai perbankan dan dibayarkan oleh Kemenkeu.

Utang sebesar Rp16 triliun kepada Bulog baru-baru ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Setelah rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Joko Widodo.

Airlangga mengatakan bahwa Jokowi telah meminta Sri Mulyani untuk segera melunasi utang tersebut.

“Pada April 2023 lalu, Direktur Utama Bulog menyebut pemerintah masih berutang kepada pihaknya sebesar Rp2,6 triliun. Utang tersebut belum dibayar sejak 2020.

Di sisi lain, Bulog memiliki utang kepada bank-bank Himbara sebesar Rp7 triliun, yang terkait dengan pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP).”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *