Tantangan Seorang Ayah Mendidik Anak Generasi Kini, Seperti apa?

Tantangan

DasFacto – Tantangan bagi seorang ayah di zaman ini memang menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi seorang anak.

Dimana kehadiran seorang ayah sangat penting bagi anak-anak dalam sebuah keluarga, terutama bagi anak laki-laki yang memerlukan figur teladan. Oleh karena itu tantangan tersebut harus dilaksanakan.

Dalam konteks keluarga, tugas dan tanggung jawab orang tua, baik ayah maupun ibu, sama dalam mengasuh anak-anak mereka.

Baca Juga: Daftar Hari Libur di Bulan November, Kuy Simak!

Secara umum, anak-anak biasanya lebih dekat dengan ibu karena ibu seringkali menjadi sosok yang mendampingi mereka dalam aktivitas sehari-hari, terutama jika ayah bekerja dan ibu menjadi ibu rumah tangga.

Akibatnya, anak-anak cenderung merasa lebih akrab dengan ibu dan merasa nyaman melakukan berbagai hal yang mereka sukai bersama ibu.

Kadang-kadang, anak-anak merasa lebih leluasa untuk mengekspresikan perasaan mereka kepada ibu, termasuk menangis atau merengek, sementara mereka mungkin lebih acuh terhadap nasihat atau saran yang diberikan oleh ibu.

Baca Juga: Cara Membuat Poster ala Disney Paling Mudah

Dalam situasi seperti ini, peran ayah sangat penting, dan ayah diharapkan dapat membangun ikatan emosional yang mendalam dengan anak-anaknya.

Namun, persepsi anak terhadap ayah seringkali berbeda. Ayah umumnya menjadi sosok yang lebih dihormati oleh anak-anak.

Tidak heran jika ketika ayah memberikan perintah, anak-anak cenderung patuh.

Saati ini, tidak lagi populer atau relevan bagi ayah untuk mendapatkan reputasi sebagai “ayah galak” atau “ayah yang ditakuti.”

Menurut @talkparenting di Instagram pada 27 Oktober 2023, ada tiga contoh perilaku anak yang takut kepada ayah, bukan mencintainya:

Tiga contoh perilaku anak yang takut pada ayah bukan mencintainya

1. Anak menjadi munafik (berpura-pura)

Jika anak takut akan hukuman atau marah dari ayahnya, maka anak mungkin akan berbohong daripada mengungkapkan kebenaran.

2. Anak berusaha menunjukkan perilaku yang baik:

Karena rasa takut kepada ayah, anak mungkin berusaha menampilkan perilaku yang baik di hadapannya. Namun, ketika jauh dari pengawasan ayah, anak mungkin merasa bebas untuk melakukan kesalahan yang bertentangan dengan citra yang ditunjukkan kepada ayah.

3. Anak bisa mengalami trauma dan membenci ayahnya

Pada anak laki-laki, jika ia merasa benci terhadap ayahnya, ini bisa berdampak pada perkembangan seksualitasnya. Bagi anak perempuan yang membenci ayahnya, ini dapat membuatnya lebih rentan untuk jatuh cinta pada rayuan laki-laki lain di luar sana.

Baca Juga: Kiky Saputri Diserang Buzzer Setelah Roasting Ganjar

Meskipun ketegasan dan ketaatan yang diberikan oleh sosok ayah dapat menjadi hal yang baik, para ayah juga sebaiknya memastikan bahwa kasih sayang dan kepedulian mereka tetap terjalin dengan baik. Ketegasan ayah sebaiknya tidak membuat anak merasa takut, melainkan menginspirasi rasa hormat dan rasa aman dalam keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *