Sisi gelap Singapura, negara kaya tapi lansianya banyak yang jadi petugas pembersih toilet

Singapura

DasFacto – Singapura merupakan negara yang maju di kawasan Asia Tenggara. Namun demikian, negara ini juga memiliki sisi gelap seperti lansia yang harus tetap bekerja.

Singapura merupakan negara kecil namun dalam hal ekonomi, mereka lebih maju dari Indonesia.

Kemajuan perekonomian mereka dibangun dengan proses yang panjang usai menjadi negara sendiri pada 1965.

Baca Juga: Lirik Lagu Somewhere Someday, Ost Drakor Legend of Blue Sea

Usai melepaskan diri dari Federasi Malaysia, Singapura memiliki banyak problema dalam membangun negara mandiri.

Sadar negaranya tak memiliki sumber daya alam yang cukup, para pendiri Singapura mengalihkan fokus ke perekonomian.

Banyak masalah yang terjadi saat pertama-tama Singapura berdiri, seperti bentrokan antar-etnis yang marak.

Baca Juga: Lirik Lagu DJ Malam Pagi yang Trending di TikTok

Namun, perlahan Singapura membangun perekonomiannya dengan pesat dan bahkan menjadi negara maju.

Tapi sebagai negara maju, Singapura tentu saja memiliki sisi gelap yang menarik dikupas.

Salah satunya adalah lansia yang masih harus bekerja di Singapura.

Upah minimum negara tersebut yang tergolong tinggi memang menjanjikan kenikmatan surga dunia.

Akan tetapi, upah minimum yang tinggi mencapai Rp80 juta per bulan, dibarengi pula dengan mahalnya kebutuhan sehari-hari di negara itu.

Baca Juga: Lirik Lagu Ayah Ibu oleh Jasmine Feat Tri Suaka

Biaya Hidup yang Tergolong Tinggi

Mengutip YouTube Asian Boss, biaya hidup di negara tersebut tergolong tinggi.

Meski tak menyebut nominal pasti, masyarakat Singapura mengatakan bahwa rumah seharga Rp1,2 miliar di negara tersebut hanya mendapat studio room di apartemen.

“Semuanya serba mahal, baik itu mobil dan rumah,” kata salah satu warga negara tersebut saat diwawancarai Asian Boss.

Hal inilah yang membuat para lansia di negara tersebut harus rela bekerja ekstra agar bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Di negara tersebut , banyak lansia berusia 60 tahun harus tetap bekerja.

Pemerintah negara tersebut menetapkan usia pensiun adalah 63 tahun, tapi kebutuhan yang tinggi membuat lansia harus bekerja di usia lebih dari 63 tahun.

Pemerintah hanya memberi fasilitas kerja saja tapi fasilitas lainnya kurang diperhatikan.

Makanya tak heran jika di negara tersebut banyak ditemui lansia masih bekerja sebagai pelayanan publik.

Usai pensiun dari negara tersebut memang 63 tahun, tapi kebutuhan di Negeri Singa itu juga terus meningkat setiap tahunnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *