Pengamat Sebut Konflik Pilpres Rendah Kalau Diadakan Dua Putaran

Konflik; Banteng Muda Indonesia

DasFacto – Riza Noer Arfani, Dosen Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik di UGM, memperkirakan bahwa potensi konflik vertikal pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 akan lebih besar jika pemilihan hanya berlangsung dalam satu putaran.

Menurutnya, konflik vertikal bisa lebih besar ketika pemilihan hanya berlangsung dalam satu putaran karena masyarakat akan melihatnya sebagai rekayasa politik.

Riza merasa bahwa dua putaran akan menciptakan persepsi persaingan yang lebih fair dan dapat mengurangi potensi konflik.

Riza juga menjelaskan bahwa potensi konflik pada putaran kedua bergantung pada sikap koalisi pendukung pasangan calon yang kalah di putaran pertama.

“Karena rakyat akan melihat ini rekayasa betul. Engineering, sesuatu yang direkayasa,” kata Riza, melansir dari CNN Indonesia, Jumat (27/10/2023).

Baca Juga: Jadi Penasihat TPN Ganjar-Mahfud, Segini Total Kekayaan Yenny Wahid

Keputusan PDIP, sebagai salah satu koalisi, akan menjadi penentu arah. Jika koalisi tersebut mendukung Koalisi Perubahan, maka potensi konflik vertikal bisa dihindari.

Dalam konteks dua putaran, pemilih akan lebih fokus pada gagasan dan perdebatan antara pasangan calon, yang berpotensi mengurangi konflik.

Riza berharap bahwa pemilu ini akan mengarah pada konsolidasi demokrasi dan menghindari polarisasi ekstrem seperti yang terjadi pada pemilu sebelumnya.

Dalam analisisnya, Riza juga mencatat bahwa potensi konflik di media digital saat ini lebih rendah dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Hal ini karena peningkatan literasi digital dan kemampuan masyarakat untuk menyaring informasi yang mereka terima.

Gaffar Karim, pengajar di Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, juga berpendapat bahwa potensi polarisasi dalam Pilpres kali ini cenderung tipis karena calon-calon yang beragam.

Dia memprediksi bahwa pemilu ini akan lebih tenang daripada pemilu sebelumnya dan tidak akan memanas seperti pemilu 2019 dan 2014.

Untuk saat ini, tiga pasangan calon telah mendaftar ke KPU, dan KPU sedang memverifikasi berkas pendaftaran mereka. Penetapan pasangan calon akan diumumkan pada 13 November 2023, diikuti dengan pengundian nomor urut sehari setelahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *