Soal Dana Abadi Pesantren, PPP: Bukan Ide Orisinil Milik Prabowo-Gibran

Achmad Baidowi

DasFacto – Achmad Baidowi (Awiek) selaku Sekretaris Fraksi PPP DPR, Achmad Baidowi beberapa waktu lalu mengkritik program dana abadi pesantren yang kini menjadi program andalan bagi pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.

Dimana Achmad Baidowi berpendapat bahwa program dana abadi pesantren bukanlah ide orisinil dari Prabowo-Gibran. Sebab program tersebut bukanlah usulan yang baru karena sudah dijalankan oleh pemerintah saat ini.

Baca Juga: Gibran Sebut Perihal KTA PDIP Sudah Selesai

Awiek menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari kebijakan pemerintah yang telah ditegaskan dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. PP ini merupakan peraturan pelaksana dari Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren.

“Merupakan program pemerintah yang sudah berjalan sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. PP ini merupakan aturan pelaksana dari UU 18/2019 tentang Pesantren,” ucapnya, Jumat (27/10/2023).

Baca Juga: Soal Gibran yang Menduakan Partai, Pengamat: Tindak Tegas Biar Tak Ada Drama!

Lebih lanjut, Awiek memastikan bahwa PPP adalah pihak yang mengusulkan RUU tersebut. PPP selalu berupaya keras untuk mewujudkan program dana abadi pesantren.

“RUU Pesantren ini sebelumnya diajukan oleh Fraksi PPP dengan nama RUU Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren. Oleh karena itu, fraksi PPP terus mendukung RUU ini. Sekaligus mendorong pemerintah untuk mengimplementasikan program dana abadi pesantren dengan menerbitkan PP 82/2021,” tambahnya.

Tak sampai disitu, Awiek juga menjelaskan bahwa program dana abadi pesantren telah berjalan hingga saat ini. Pada tahun 2023, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 250 miliar. Untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pesantren.

Baca Juga: Pengamat Sebut Apabila Jokowi Terjun Langsung Kampanye, Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran

“Dana ini akan tersedia melalui skema Dana Abadi Pesantren yang bersumber dari Dana Abadi Pendidikan. Sejumlah Rp 80 miliar akan dialokasikan untuk mendukung 1.000 Santri yang menerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB),” demikian penjelasan Awiek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *