Ganjar Pranowo, Generasi Muda dan Nasi Puyung

Ganjar Pranowo

DasFacto – Ganjar Pranowo selaku Calon Presiden menyebut santri dan santriwati merupakan sumber kekuatan dari bangsa Indonesia.

Hal ini dipertegas oleh Ganjar Pranowo ketika memilih Mahfud MD yang merupakan seorang santri tulen profesional untuk menemani dirinya sebagai Calon Wakil Presiden pada kontestasi Pemilu Presiden (Pilpres) tahun 2024 nanti.

Hal tersebut disampaikan oleh Ganjar disaat dirinya bersilaturahim ke Pondok Pesantren Darul Habibi, di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga: Soal Keputusan MK Terakit UU Pemilu, Rommy: Kesannya KPU Istimewakan Gibran

Ganjar yang ditemani Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional Ganjar Presiden (TPN GP) TGB HM Zainul Majdi menyatakan bahwa Santri dan santriwati nantinya harus benar-benar dipersiapkan untuk menyambut bonus demografi Indonesia.

Menurut Ganjar, jika santri diberdayakan dengan baik untuk menghadapi periode emas tersebut, Dia meyakini bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara maju.

Ia juga menambahkan bahwa banyak pondok pesantren di Indonesia telah membuktikan kemampuannya dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas, yang memiliki kecerdasan yang komprehensif, baik dari segi spiritual, intelektual, maupun emosional.

Baca Juga: Media Asing Mulai Soroti Keputusan MK Soal Umur Cawapres

Ganjar juga mengungkapkan harapannya untuk dapat memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yang akan datang. Dia menyatakan bahwa dengan dukungan TGB, NTB, dan Lombok, dia yakin dapat meraih dukungan maksimal.

“Kemenangan tidak perlu banyak, yang penting pasti,” kata Ganjar sambil tersenyum.

Kunjungan Ganjar ke Ponpes Darul Habibi disambut meriah oleh pengurus ponpes dan para santri. Selama kunjungannya, Ganjar menikmati hidangan khas Lombok, yaitu nasi puyung.

Mengenal Nasi Puyung yang dimakan oleh Ganjar Pranowo

Seperti yang diketahui, nasi puyung adalah hidangan khas Lombok yang terdiri dari nasi dan berbagai macam lauk-pauk, biasanya dibungkus dengan daun pisang.

Nama “puyung” sendiri berasal dari daerah asal nasi ini, yaitu daerah Puyung di Lombok Tengah. Nasi puyung biasanya disajikan dengan suwiran ayam atau daging, kedelai goreng, dan mie. Ganjar sangat menikmati hidangan ini dan bersantap bersama para ulama, kiai, dan santri.

“Makan bersama para ulama dan santri, ini sangat khas,” kata Ganjar.

Baca Juga: Prabowo Sebut ada Upaya Ciderai Demokrasi Terkait Batasan Umur Capres Maksimal 70 Tahun

Ganjar juga menyatakan bahwa nasi puyung yang disajikan oleh Ponpes Darul Habibi sangat lezat. Terutama ketika dimakan bersama dengan warga ponpes tersebut.

“Makannya sangat enak. Nasi puyungnya lezat sekali,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ganjar menjelaskan bahwa tujuan utama kunjungannya ke Ponpes Darul Habibi adalah untuk menjalin silaturahim dengan pengurus. Ulama serta santri yang berada di sana.

“Ini adalah kunjungan silaturahim. Suasananya sangat menyenangkan,” kata Ganjar.

Diketahui bahwa kunjungan silaturahim Ganjar ke Ponpes Darul Habibi ini terjadi. Pasca dirinya menonton ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan sebelumnya berkunjung ke Ponpes Nurul Muhsinin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *