Prabowo Sebut ada Upaya Ciderai Demokrasi Terkait Batasan Umur Capres Maksimal 70 Tahun

Prabowo Subianto

DasFacto – Prabowo Subianto selaku Calon presiden dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) merasa heran terhadap sejumlah gugatan yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi terkait dengan batasan usia untuk calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Dimana Prabowo menganggap bahwa ada pihak-pihak yang berupaya membatasi hak demokrasi seseorang untuk maju sebagai capres atau cawapres dengan gugatan-gugatan tersebut.

Gugatan tersebut termasuk yang menginginkan batasan usia calon presiden tidak boleh lebih dari 70 tahun, sementara Prabowo sendiri saat ini berusia 72 tahun.

Baca Juga: MK Resmi Tolak Syarat Usia Capres Maksimal 70 Tahun

Oleh karena itu dirinya merasa aneh bahwa ada penilaian tentang usia yang berbeda-beda, dan dia meragukan motif di baliknya.

“Yang saya merasa aneh ya, kalau begini terlalu muda, kalau begitu terlalu tua. Kumaha?” kata Prabowo saat menghadiri Rapimnas Partai Gerindra di The Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (23/10/2023).

Prabowo menduga bahwa ada upaya untuk mencari alasan agar figur yang tidak sesuai dengan preferensi tertentu dapat digagalkan.

Baca Juga: Momen Prabowo Meresmikan Gibran Sebagai Cawapresnya

Padahal, dalam negara demokrasi, seharusnya usia tidak seharusnya menjadi kendala bagi seseorang untuk berpartisipasi dalam kontes politik.

“Ya kan, jadi kalau nggak cocok dicari-cari. Demokrasi ya demokrasi lah, ya kan?” ucapnya.

Sebagai informasi, Mahkamah Konstitusi baru-baru ini menolak permohonan uji materi Pasal 169 huruf q Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Baca Juga: Prabowo Umumkan Gibran Jadi Cawapres, Zulhas: Ini Keputusan Bulat!

Dimana uji materi tersebut mengatur batasan usia capres dan cawapres. Permohonan tersebut diajukan oleh tiga warga negara yang menginginkan batasan usia maksimum 70 tahun dan syarat lainnya untuk capres-cawapres.

MK menolak permohonan tersebut, menggarisbawahi prinsip demokrasi dalam pemilihan umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *