Turki Tetapkan 3 Hari Berduka, Respon Penyerangan di Gaza

Jalur Gaza

DasFacto – Turki telah menetapkan periode berduka selama tiga hari sebagai respons atas pengeboman rumah sakit di Jalur Gaza. Pengumuman masa berkabung ini dibuat oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.

“Sebagai warga Turki, kita merasakan penderitaan besar yang dirasakan saudara dan saudari kita di Palestina dalam hati kita.” Erdogan menyatakan,

Gaza saat ini mengalami krisis kemanusiaan yang semakin parah dengan kelangkaan listrik, pasokan air, makanan, bahan bakar, dan perlengkapan medis yang hampir habis.

Baca Juga: Banteng Muda Indonesia Optimis Ganjar Mahfud Jadi Presiden

Melalui akun media sosialnya, Erdogan juga mengutuk tindakan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh militer Israel.

Karenanya, sebagai penghormatan terhadap para korban, diberlakukan masa berkabung nasional selama tiga hari.

Menurut Juru Bicara Partai AKP, Omer Celik, tindakan Turki untuk menetapkan masa berkabung selama tiga hari menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina.

Baca Juga: Boikot Produk Israel Ramai, Ini 7 Produk yang Diserukan

“Dalam masa berkabung ini, kami berbagi rasa sakit yang sama dan kesedihan yang sama.” Celik menjelaskan.

Pasca-penunjukan masa berkabung ini, Turki menurunkan bendera setengah tiang di semua gedung pemerintah dan perwakilan diplomatik asing. Sebelumnya, Mesir juga mengumumkan masa berkabung untuk Palestina.

Diketahui bahwa setidaknya ada 471 orang yang tewas dalam serangan terhadap rumah sakit Al-Ahli Arab di Gaza yang terkepung.

Gaza telah menjadi sasaran serangan oleh Israel sejak 7 Oktober sebagai balasan atas serangan yang dilancarkan oleh pejuang Hamas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *