Lukas Enembe Resmi Divonis 8 Tahun Penjara

Lukas Enembe

DasFacto – Lukas Enembe, terdakwa kasus penerimaan suap dan gratifikasi beberapa waktu lalu dijatuhi hukuman penjara selama delapan tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

Selain sanksi pidana tersebut, Lukas Enembe juga dikenakan denda sebesar Rp500 juta. Apabila denda ini tidak dibayarkan, maka akan diganti dengan kurungan selama 4 bulan.

Ketua Majelis Hakim, Rianto Adam Pontoh dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Kamis (19/10/2023) menyatakan bahwa terdakwa Lukas dihukum penjara selama delapan tahun.

Baca Juga: Boikot Produk Israel Ramai, Ini 7 Produk yang Diserukan

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa¬†Lukas Enembe selama delapan tahun,” paparnya.

Tidak hanya itu, Majelis Hakim juga menambahkan hukuman yang diberikan kepada Lukas adalah membayar uang pengganti sejumlah Rp19.690.793.900. Dan harus dibayarkan paling lambat satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap.

Seperti yang diketahui, Lukas terbukti secara sah telah melakukan tindak pidana korupsi berupa penerimaan suap dan gratifikasi. Selama dirinya menjabat sebagai Gubernur Papua dari tahun 2013 hingga 2022.

Baca Juga: Ciri-ciri Cawapres Prabowo Bertambah: Muda dan Dari Jawa

Dirinya dianggap melanggar Pasal 12 huruf (a) dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Berlaku bersamaan dengan Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 Ayat 1 KUHP.

Vonis yang diberikan kepada Lukas ini lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga: Capres-Cawapres Sudah Daftar ke KPU, Gerindra: Silahkan Gas!

Dimana KPK meminta Majelis Hakim untuk menjatuhkan hukuman selama 10,5 tahun penjara, denda Rp1 miliar. Serta uang pengganti Rp47,8 miliar, dan pencabutan hak politik selama lima tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *