Boikot Produk Israel Ramai, Ini 7 Produk yang Diserukan

Boikot Israel; Demo Palestina

DasFacto – Konflik yang semakin memanas di Gaza telah memicu seruan untuk memboikot produk-produk Israel di Indonesia dan Mesir, dipimpin oleh gerakan Boycott, Divestment and Sanctions (BDS).

BDS adalah gerakan boikot yang bertujuan mendorong konsumen global untuk berhenti membeli dan menjual produk-produk asal Israel. Dengan harapan memberi dampak pada kesulitan ekspor produk Israel.

Gerakan BDS memiliki tujuan yang lebih luas, yaitu memberikan tekanan ekonomi kepada Israel agar mengakui hak yang setara bagi Palestina.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Periksa Firli Bahuri Jumat Besok

Ini termasuk pemukiman ilegal, eksploitasi sumber daya alam di tanah Palestina, dan penggunaan warga Palestina sebagai tenaga kerja murah.

Produk Israel yang Menjadi Target Boikot

Hewlett Packard (HP):

HP diduga mendukung pelaksanaan ID biometrik yang membatasi pergerakan warga Palestina. Mereka juga menyediakan layanan dan teknologi kepada tentara dan polisi Israel yang menjaga pendudukan ilegal dan pengepungan Gaza.

“HP juga menyediakan Itanium servers eksklusif kepada Israel untuk sistem Aviv mereka,” tulis BDS Movement, dikutip Senin (16/10/2023).

AXA:

Asuransi AXA disebut telah berinvestasi di bank-bank Israel yang membiayai pencurian tanah serta sumber daya alam di Palestina.

Baca Juga: Kaesang Temui Airlangga: Cenderung Dukung Prabowo

Siemens:

Siemens terlibat dalam perusahaan permukiman ilegal di Israel melalui rencana pembangunan EuroAsia Interconnector. Nantinya perusahaan ini akan menghubungkan jaringan listrik Israel dengan Eropa.

Pemukiman ilegal di tanah Palestina akan dicuri untuk mendapatkan manfaat dari perdagangan listrik dengan Uni Eropa.

Puma:

Puma diboikot karena menjadi sponsor internasional tunggal Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA). Mereka dianggap mendukung pelanggaran hak asasi manusia di tanah Palestina.

Dukungan Puma terhadap IFA secara langsung mendukung pelanggaran hak asasi manusia dan hukum internasional di luar lapangan. Serta memungkinkan rezim pemukiman Israel untuk terus berkembang

Sabra:

Sabra hummus merupakan perusahaan patungan antara PepsiCo dan Strauss Group, perusahaan makanan Israel yang memberikan dukungan finansial kepada tentara Israel.

Seruan ini muncul sebagai respons atas peningkatan ketegangan di wilayah Gaza. Selain bertujuan memberikan tekanan pada Israel melalui aspek ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *