KPK Klaim Temukan Cek Rp2 Triliun di Rumah Mantan Mentan, Muncul Keraguan Terkait Keabsahannya

Syahrul Yasin Limpo

DasFato – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan penggeledahan di rumah dinas mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Dimana dalam penyidikan tersebut, komisi pemberantasan korupsi mengklaim menemukan cek senilai Rp2 triliun. Sontak hal tersebut memunculkan banyak keraguan dari Mantan Penyelidik KPK, Aulia Postiera.

Menurut Aulia, keraguan tersebut muncul karena cek dengan nilai yang besar tersebut diterbitkan atas nama pribadi.

Baca Juga: TikTok Digugat Lagi oleh AS, Perkara Anak-anak Kecanduan

Menurut Aulia, langkah yang seharusnya diambil oleh KPK adalah melakukan verifikasi terlebih dahulu dengan bank terkait mengenai keabsahan cek tersebut. Sebelum mengumumkannya ke media.

“Seharusnya KPK melakukan verifikasi ke bank untuk memastikan keabsahan cek tersebut. Biasanya cek juga memiliki tanggal batas waktu validitas,” ucapnya.

Di sisi lain, kuasa hukum Ervin Lubis mengungkapkan bahwa mereka belum memiliki informasi terkait keberadaan cek senilai Rp2 triliun yang diklaim oleh KPK sebagai barang bukti hasil penggeledahan di rumah dinas Syahrul Yasin Limpo.

Baca Juga: Novel Baswedan: Banyak yang Jadi Korban Pemerasan Oknum KPK

Kuasa hukum tersebut menyatakan bahwa. Mereka belum menerima konfirmasi resmi terkait hasil penggeledahan dan barang bukti tersebut selama pemeriksaan tersangka pertama.

Seperti yang diketahui sebelumnya, KPK telah mengklaim menemukan cek senilai Rp2 triliun ketika mereka melakukan penggeledahan di rumah dinas Syahrul Yasin Limpo beberapa waktu yang lalu.

Verifikasi Keabsahan Penemuan Cek

Ali Fikri selaku Kabag Pemberitaan KPK, menyatakan bahwa setelah melakukan konfirmasi, mereka memastikan keberadaan barang bukti tersebut. Tetapi perlu konfirmasi dan klarifikasi lebih lanjut dari para saksi, tersangka, serta pihak-pihak terkait untuk memverifikasi keabsahan cek tersebut. Lalu apakah ada kaitannya dengan perkara yang sedang diusut oleh KPK.

Penggeledahan di rumah dinas Syahrul Yasin Limpo yang berlangsung pada akhir September juga menghasilkan temuan lain, termasuk 12 pucuk senjata api. Dokumen yang diduga terkait perkara, dan uang sekitar Rp30 miliar.

Selain itu, Syahrul Yasin Limpo dan Muhammad Hatta selaku Direktur Alat dan Mesin Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Kementan. Secara resmi ditahan oleh KPK setelah menjalani pemeriksaan pada Jumat (13/10/2023) dengan masa tahanan awal selama 20 hari. Mulai dari 13 Oktober hingga 1 November 2023.

Baca Juga: MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres – Cawapres Minimal 35 Tahun

KPK juga telah menjatuhkan tuduhan terhadap Sekretaris Jenderal Kementan, Kasdi Subagyono, dalam kasus ini.

Kasdi sudah lebih dulu ditahan dan dituduh menerima uang sekitar Rp13,9 miliar. Digunakan, antara lain, untuk membayar cicilan kartu kredit dan pembelian mobil Alphard oleh Syahrul Yasin Limpo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *