Awal Perseteruan Kelompok Hamas dan Fatah

Hamas dan Fatah

Dasfacto – Hamas dan Fatah dalam perjalanannya tidak berjalan searah. Dimana hamas sebuah partai politik yang berhaluan ideologi Islam sementara Fatah memiliki haluan ideologi nasionalis sekuler. Kedua kelompok tersebut sama-sama berasal dari Palestina. Awal mulanya, Fatah merupakan faksi yang mendominasi politik Palestina dan kedua kelompok ini sebenarnya mengakui Israel sebagai negara yang berdaulat.

Hal ini tidak dapat diterima oleh Hamas. Organisasi itu berpandangan bahwa Israel bukanlah negara yang berdaulat, namun merupakan jenis pendudukan baru yang harus diserang eksistensinya.

Perbedaan pandangan antara kedua kubu ini makin meruncing pada tahun 2004 ketika pemimpin Fatah yang juga Presiden Palestina, Yasser Arafat, wafat. Yasser Arafat merupakan tokoh yang cukup vital dalam mengembangkan paham Fatah yang mau berdamai dengan Israel melalui kesepakatan Oslo.

Wafatnya Yasser merupakan momentum penting bagi Hamas mengingat kekuatan politik rivalnya itu berkurang. Pada pemilu 2006, Hamas memenangkan parlemen Palestina dan merebut kekuasaan Fatah di posisi penting itu. Hal ini membuat figur Hamas, Ismail Haniyeh, terpilih sebagai Perdana Menteri Palestina.

Perang keduanya pecah pada 2007. Mayoritas peperangan terjadi di Jalur Gaza, dimana kemudian Hamas menguasai kawasan tersebut.

Kedua kelompok memang berbeda pandangan dalam menyikapi perlawanan terhadap Israel. Beberapa kali gap antara Hamas dan Fatah terlihat. Misalnya Fatah menolak perlawanan bersenjata terhadap Israel yang bertolak belakang dengan Hamas yang kerap melepaskan roket dan misil ketika perang melawan Israel.

Baca Juga: Mengapa Israel Gagal Menghentikan Serangan Hamas?

Fatah juga masuk dalam kompromi terkait masalah Al-Quds. Bahkan Fatah kerap mendorong Mesir agak membawa pasukan militernya masuk ke Jalur Gaza. Fatah juga menghabisi gerakan Hamas di Tepi Barat, mempromosikan kerjasama keamanan dengan Israel, mendapatkan dana dari UE dan sebagian negara Arab.

Di satu sisi, Hamas berpegang teguh pandangannya selama ini. Hamas memegang keyakinan terhadap semua wilayah di Palestina dalam satu keutuhan dan menolak mengakui keberadaan Israel. Untuk itu, Hamas memilih caranya sendiri, yakni mengangkat senjata dan berperang melawan Israel demi keutuhan kesatuan wilayah Palestina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *