Pertumbuhan UMKM, Syarat Indonesia Jadi Negara Maju

Menteri Perdagangan

DasFacto – Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, menegaskan bahwa pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan syarat penting bagi Indonesia untuk mencapai status negara maju.

Sebab menurut Menteri Perdagangan, UMKM perlu memiliki dominasi di pasar dalam negeri sebagai dasar yang kuat.

“Dengan fondasi yang kuat di pasar dalam negeri, UMKM akan memiliki peluang yang lebih baik untuk ekspansi ke pasar ekspor. Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendukung peningkatan kapasitas UMKM agar lebih berorientasi pada ekspor,” ucapnya saat pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Daerah Kota Madiun, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Madiun, serta asosiasi-asosiasi UMKM di Kota Madiun

Baca Juga: Asian Games 2022 Resmi Berakhir, Ini Hasil Perolehan Medali Indonesia

Permendag No. 31 Tahun 2023

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa, Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 mengenai Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik.

“Kalau kita mau menjadi negara maju, UMKM harus tumbuh. Kalau dalam negeri kita kuasai, langkah selanjutnya adalah ekspor. Barulah kita bisa menjadi negara maju. Negara maju punya produk yang diakui dunia. Kalau dibanjiri produk asing, namanya negara konsumen dan menjadi pasar,” ucap Mendag Zulhas.

Permendag ini bertujuan untuk melindungi pelaku UMKM dan konsumen, serta untuk membangun ekosistem ekonomi digital yang lebih adil dan bermanfaat, baik bagi pedagang, konsumen, maupun masyarakat umum.

Baca Juga: Dijadwalkan Besok, Syahrul Yasin Limpo Malah Dijemput Paksa Penyidik

Menteri Perdagangan juga menjelaskan bahwa impor akan diatur dengan lebih ketat, termasuk pemeriksaan sertifikat halal, Standar Nasional Indonesia, izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta jaminan purna jual. Hal ini dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

“Maka, impor kami batasi, tata, dan atur. Barang-barang impor harus diperiksa dulu sertifikat
halalnya, Standar Nasional Indonesianya, izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, sampai
jaminan purnajual. Pemerintah perketat agar ekonomi dalam negeri tumbuh,” ungkap Mendag Zulhas.

Menteri Perdagangan Ungkap Peningkatan Kapasitas UMKM

Dalam konteks peningkatan kapasitas UMKM, Menteri Perdagangan mendorong para pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi. Sekaligus menjalankan bisnis melalui platform-platform perdagangan elektronik. Ia menganggap bahwa pemahaman bisnis elektronik perlu dipelajari agar UMKM tetap bersaing.

Dalam upaya masuk ke dalam ekosistem digital, pelaku UMKM diharapkan untuk terus mengembangkan diri, baik dalam hal kualitas produk maupun peningkatan manajemen dan sumber daya manusia.

Baca Juga: 21 Warga Thailand Tewas Akibat Perang Israel – Hamas

Seiring semangat peningkatan kapasitas UMKM, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa Kementerian Perdagangan. Berkolaborasi dengan berbagai lembaga untuk membangun ekosistem bisnis UMKM. Ekosistem tersebut terdiri dari empat pilar yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM dan menjadikan mereka berorientasi ekspor.

Keempat pilar tersebut termasuk UMKM yang adaptif terhadap perubahan, inovatif, dan memiliki kemauan untuk berkembang; lokapasar yang bersinergi dengan UMKM melalui pelatihan dan manajemen akun berjualan; ritel modern yang memberi akses kemitraan pasokan untuk memperluas jangkauan produk UMKM; dan lembaga pembiayaan atau perbankan yang memberikan akses pembiayaan bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan ekspor.

Pemerintah selalu mendukung UMKM agar dapat meningkatkan kapasitas mereka dengan dua kunci utama, yaitu kolaborasi dan inovasi. Menteri Perdagangan Zulhas berharap bahwa produk UMKM akan mendominasi pasar ritel modern di Indonesia di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *