Belasan Saksi Diperiksa Terkait Kasus Eks Mentan Syahrul Yasin

Syahrul Yasin Limpo; Cek

DasFacto – Polda Metro Jaya terus menginvestigasi dugaan kasus pemerasan yang melibatkan pimpinan KPK dan eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Menurut Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya, Ade Safri Simanjuntak, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dalam rangka penyelidikan kasus dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK terhadap SYL. Totalnya, hingga saat ini sudah sebelas orang yang telah diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini.

Pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan setelah kasus dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK memasuki tahap penyidikan. Salah satu saksi yang diperiksa adalah seorang pegawai KPK.

“Kami juga akan memeriksa tiga saksi tambahan hari ini, dan salah satunya adalah seorang pegawai KPK,” ungkap Ade.

Baca Juga: Eks Mentan Syahrul Yasin Limpo Mulai Penuhi Panggilan KPK

Sebelumnya, dugaan kasus pemerasan yang melibatkan pimpinan KPK dan SYL sudah berstatus penyidikan.

Kepolisian telah memanggil sejumlah saksi terkait kasus ini, termasuk Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar dan ajudan Ketua KPK Firli Bahuri.

KPK telah secara resmi menetapkan mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi.

Termasuk pemerasan dalam jabatan dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Selain SYL, KPK juga menjerat dua rekannya, yakni Sekjen Kementan Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan Muhammad Hatta dalam kasus ini.

Baca Juga: Golkar Tunggu MK Soal Gibran Masuk Proyeksi Cawapres

Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, menjelaskan bahwa awal mula kasus ini berkaitan dengan periode SYL sebagai Menteri Pertanian. SYL mempekerjakan Kasdi dan Hatta sebagai bawahannya di Kementan.

SYL diduga terlibat dalam pemerasan dalam jabatan, di mana dia menugaskan Kasdi dan Hatta untuk mengumpulkan uang dari pegawai Kementan. Kemudian melakukan transfer uang atau memberikan uang dalam bentuk barang atau jasa.

Sumber dana yang digunakan termasuk realisasi anggaran Kementerian Pertanian yang telah dimanipulasi, serta permintaan uang dari vendor yang memenangkan proyek di Kementerian Pertanian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *