Pasca Penutupan TikTok Shop, Pedagang Tanah Abang Minta E-Commerce Juga Ditutup

Pasca Penutupan TikTok Shop

DasFacto – Pasca penutupan TikTok Shop dikabarkan pedagang di Tanah Abang, Jakarta. Kembali menjadi sorotan karena mereka meminta agar e-commerce seperti Shopee dan Lazada dihapus.

Dimana keluhan mereka adalah berkurangnya pendapatan yang signifikan karena dampak pandemi Covid-19 dan persaingan dengan toko online pasca penutupan TikTok Shop.

Seperti yang diketahui, pasar Tanah Abang merupakan pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara. Telah kehilangan hampir 5.000 pengunjung selama empat tahun terakhir.

Baca Juga: Kena Korupsi, Syahrul Yasin Limpo: Saya Akan Hadapi Koperatif

Permintaan ini menjadi viral di media sosial dan mendapat berbagai tanggapan dari warganet, meskipun demikian.

Pemerintah belum memberikan tanggapan terhadap permintaan tersebut. Sebaliknya, pemerintah telah mengeluarkan larangan bagi TikTok Shop dan social commerce lainnya untuk menjalankan transaksi jual beli barang demi menciptakan perdagangan yang adil.

Meskipun demikian, pedagang di Tanah Abang berusaha untuk bertahan. Beberapa dari mereka telah beralih ke penjualan online dan memanfaatkan platform e-commerce untuk memasarkan produk mereka. Namun, mereka juga menghadapi persaingan yang ketat dengan penjual lain di platform yang sama.

Baca Juga: Partai Demokrat Bocorkan Sosok Cawapres Prabowo, Erick Hingga Gibran Masuk dalam List

Transaksi E-Commerce Meningkat Tiap Tahunnya

Di sisi lain, nilai transaksi e-commerce di Indonesia terus meningkat setiap tahun, mencapai Rp266,3 triliun pada tahun 2020. Ini menunjukkan bahwa e-commerce menjadi pilihan yang semakin populer bagi konsumen, terutama selama pandemi Covid-19.

Dalam situasi seperti ini, pedagang di Tanah Abang perlu beradaptasi dengan perubahan dan menggunakan teknologi untuk memperluas pasar mereka. Mereka juga harus meningkatkan kualitas produk dan layanan mereka agar bisa bersaing dengan penjual lain di platform e-commerce.

Pemerintah juga dapat memberikan dukungan dan bantuan kepada pedagang untuk membantu mereka beradaptasi dengan perubahan dan meningkatkan daya saing mereka di pasar yang semakin kompetitif.

Baca Juga: Komisi III DPR Desak KPK Segera Evaluasi Firli Bahuri

Namun, penting untuk memahami bahwa permintaan penutupan e-commerce oleh pedagang di Tanah Abang adalah ungkapan dari rasa ketidakpuasan mereka terhadap persaingan yang tidak adil. Pemerintah dan pelaku industri e-commerce harus mendengarkan keluhan ini dan mencari solusi yang adil bagi semua pihak.

Salah satu solusi yang mungkin adalah dengan memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap praktik bisnis yang tidak fair dan merugikan pelaku usaha kecil dan menengah.

Dalam hal ini, pedagang di Tanah Abang juga perlu memperkuat organisasi mereka dan bersatu untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Mereka dapat memanfaatkan media sosial dan teknologi untuk memperkuat jaringan dan memperluas akses pasar mereka.

Baca Juga: Anaknya Kena Kasus Penganiayaan, Ternyata Segini Harta Kekayaan Edward Tannur

Dengan cara ini, mereka dapat bersaing dengan penjual lain di platform e-commerce dan memperoleh keuntungan yang adil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *