6 Kebiasaan Tak Taat Peraturan yang Sering Dilakukan Oleh Pemotor!

Taat peraturan

DasFacto – Taat peraturan dalam berkendara menjadi kewajiban bagi semua masyarakat, terutama bagi mereka para pengendara motor.

Sebab sebagai pengguna sepeda motor, kita memiliki tanggung jawab dan taat peraturan berlalu lintas guna menjamin keamanan dalam perjalanan serta menciptakan pengalaman berkendara yang lebih aman dan nyaman.

Namun, masih ada beberapa kebiasaan berbahaya yang sering kali dilakukan oleh pengendara sepeda motor di jalan.

Baca Juga: Lirik Lagu ā€˜3Dā€™ Jungkook BTS feat. Jack Harlow

Mari kita bahas beberapa kebiasaan buruk pengendara sepeda motor yang perlu dihindari. Dengan memahami kebiasaan-kebiasaan ini, kita sebagai pengendara kendaraan bermotor akan lebih berhati-hati.

Saling membantu menjaga keselamatan dalam berkendara, dan memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman bagi semua.

Dibawah ini, terdapat lima kebiasaan buruk pengendara sepeda motor yang sebaiknya dihindari.

Baca Juga: Tak Hanya Mahir Bernyanyi, V BTS Juga Mahir Bermain Game Loh! Rankingnya Bukan Main

6 Kebiasaan buruk tidak taat peraturan para pengendara motor

1. Terlalu Sering Menempelkan Jari pada Tuas Rem

Banyak pengendara motor memiliki kebiasaan menempelkan jari mereka pada tuas rem dengan harapan dapat merespons dengan cepat dalam pengereman mendadak.

Namun, tindakan ini dapat berbahaya karena pengereman tiba-tiba, terutama saat motor berada dalam kecepatan tinggi, dapat menyebabkan roda belakang tergelincir.

Selain itu, risiko kecelakaan berantai juga dapat meningkat. Disarankan untuk tidak selalu menempelkan jari pada tuas rem agar pengereman dapat dilakukan secara efektif dan terkendali.

2. Mematikan Mesin dengan Side Stand Switch

Beberapa sepeda motor saat ini dilengkapi dengan fitur side stand switch yang mencegah mesin menyala jika standar samping digunakan.

Namun, ada kesalahpahaman di mana beberapa orang menggunakan fitur ini untuk mematikan mesin.

Baca Juga: Lirik Lagu Mauni Mole Bukku Toni, Liriknya Bikin Nangiss!

Meskipun mesin dimatikan, fitur lain seperti lampu dan indikator tetap aktif, yang pada akhirnya dapat menguras daya aki.

3. Menggeber Gas Terlalu Kencang Setelah Berhenti di Lampu Merah

Mengganti kebiasaan memutar gas dalam-dalam setelah berhenti di lampu merah adalah penting.

Saat ingin memulai perjalanan dari posisi berhenti, sebaiknya meningkatkan gas secara perlahan daripada langsung mendorong gas dengan kuat.

Ini dapat mencegah kerusakan pada komponen motor seperti roller, v-belt, dan penggunaan bahan bakar yang lebih boros.

4. Modifikasi Motor Tanpa Mengikuti Aturan

Meskipun mengubah penampilan motor adalah hak setiap pengendara, penting untuk diingat bahwa motor hasil modifikasi mungkin tidak lagi sesuai untuk digunakan sebagai kendaraan harian di jalan raya.

Modifikasi yang berlebihan juga dapat mengorbankan aspek keamanan. Modifikasi yang terlalu ekstrem bahkan dapat mengubah karakteristik keselamatan motor.

Lebih baik jika motor yang dimodifikasi hanya ditampilkan pada pameran otomotif.

5. Berkendara dalam Kondisi Tubuh yang Kurang Fit

Kebiasaan buruk lainnya adalah tetap berkendara saat tubuh dalam kondisi yang tidak fit, terutama saat perjalanan jarak jauh.

Banyak pengendara yang memaksakan diri berkendara meskipun kondisi fisik mereka tidak prima. Ini sangat berbahaya bagi pengendara dan pengguna jalan lainnya.

Sebaiknya, beristirahat sejenak atau menunda perjalanan sampai dalam kondisi yang lebih baik.

6. Melanggar Aturan Lalu Lintas

Banyak pengendara sepeda motor seringkali melanggar aturan lalu lintas. Lampu lalu lintas ada untuk mengatur lalu lintas dan mencegah kecelakaan.

Melanggar aturan lalu lintas dapat mengganggu alur lalu lintas dan berpotensi membahayakan pengendara lain.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari perilaku-perilaku tersebut. Dengan cara ini, kita dapat menjaga keselamatan diri dan juga keselamatan pengendara lainnya.

Selalu ingat bahwa keselamatan selalu menjadi prioritas utama.

Dengan menghindari kebiasaan buruk ini, kita dapat menjadi contoh pengendara yang mematuhi prinsip “safety riding.”

Oleh karena itu, marilah kita mulai mengurangi perilaku buruk di atas mulai sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *