Giant Sea Wall, Sang Penyelamat Jakarta dari Tenggelam

Giant Sea Wall

DasFacto – Kondisi geografis Jakarta, yang semakin rendah dari permukaan laut, telah menimbulkan keprihatinan tentang potensi tenggelamnya kota ini.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah mengambil berbagai langkah, salah satunya adalah pembangunan Giant Sea Wall.

Giant Sea Wall adalah sebuah tembok laut raksasa yang dibangun di sepanjang pantai untuk melindungi lahan dari erosi dan kerusakan akibat gelombang atau ombak.

Baca Juga: Efek Tidur Berlebihan Bisa Berbahaya, Ini Sebabnya

Tembok Penghalang Tenggelamnya Jakarta

Program pembangunan ini di Teluk Jakarta dimulai sejak 2010 sebagai upaya untuk mencegah “tenggelamnya” Jakarta.

Meskipun kota ini terletak 23 meter di atas permukaan laut, sekitar 40 persen dari daratan Jakarta, terutama daerah utara, berada di bawah permukaan laut.

Penurunan tanah Jakarta disebabkan oleh ekstraksi air tanah yang berlebihan dan tekanan dari bangunan-bangunan tinggi.

Baca Juga: Banking BCA Bermasalah, Ini Penyebabnya

Kondisi ini menyebabkan penurunan tanah sekitar 5 hingga 20 sentimeter setiap tahunnya. Diperkirakan bahwa Jakarta mungkin akan tenggelam seluruhnya pada tahun 2050.

Sehingga studi kelayakan dilakukan untuk membangun tanggul di Teluk Jakarta.

Proyek ini dikenal dengan nama National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), yang mencakup proyek Giant Sea Wall Jakarta.

Progres Proyek

Baca Juga: Komisi XI Minta Kaji Ulang Penjaminan APBN Untuk Proyek Kereta Cepat

Saat ini, progres pembangunan Giant Sea Wall Jakarta baru mencapai 13 kilometer dari total target 46 kilometer.

Sisa pekerjaan tersebut akan dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Pemprov DKI, PT Pelindo II, KSOP Sunda Kelapa, dan Kementerian PUPR, dengan perkiraan biaya mencapai Rp400 hingga Rp500 triliun.

Meskipun proyek ini bertujuan melindungi Jakarta dari bencana yang disebabkan oleh air laut, ada kontroversi seputar dampaknya pada lingkungan.

Studi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan bahwa proyek ini dapat merusak pulau-pulau di bagian barat Teluk Jakarta. Menghancurkan terumbu karang, dan mencemarkan air di balik tembok laut.

Baru-baru ini, sebuah akun Instagram bernama @jerhemynemo membagikan pengamatannya tentang kondisi terbaru Giant Sea Wall di Jakarta Utara. Dimana menunjukkan adanya bocoran air laut dari dinding penghalang antara lautan dan daratan Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *