Perubahan Energi dan Manfaatnya

DasFacto – Berikut macam-macam energi, melansir dari Detik.

1. Tenaga Air

Dari sekian banyak sumber energi terbarukan, air telah menjadi salah satu energi yang banyak digunakan untuk menggantikan energi fosil. Sifat yang dimiliki tenaga air adalah terus bergerak. Hal ini menyebabkan energi alami yang dihasilkan air begitu besar.

Umumnya, energi ini berasal dari sungai yang mengalir atau ombak di lautan. Dari aliran tersebut, perubahan energi yang dihasilkan adalah listrik. Sifat energi air yang bergerak terus-menerus menyebabkan hasil tenaga listrik dapat berjalan selama 24 jam penuh setiap harinya.

Biomassa

Sumber energi terbarukan yang berasal dari organisme seperti tumbuhan, hewan, dan manusia disebut sebagai biomassa. Perubahan energi ini dapat diperoleh dari tanaman, rumput, ubi, pohon, limbah pertanian, limbah hutan, kotoran ternak, dna tinja. Umumnya, biomassa dapat digunakan sebagai bahan bakar.

3. Tenaga Surya

Energi selanjutnya adalah tenaga surya, yaitu energi yang berasal dari matahari. Perubahan energi matahari dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi energi harian dunia. Biasanya, wilayah yang memungkinkan perkembangan tenaga surya adalah wilayah yang memiliki kadar sinar matahari tinggi.

Dalam hal ini, Indonesia menjadi salah satu wilayah yang berpotensi besar karena berada di wilayah khatulistiwa. Wilayah ini memiliki energi surya yang cukup besar sepanjang tahunnya. Pemanfaatan energi surya dapat dilakukan dengan peralatan yang mencakup kolektor dan panel surya atau membiarkan suatu objek terkena radiasi matahari.

4. Panas Bumi

Energi geothermal atau bisa juga disebut panas bumi adalah proses memanfaatkan panas dari dalam bumi. Suhu inti planet diprediksi mencapai 5,500 derajat celcius sehingga menghasilkan energi yang sangat panas dan besar.

Oleh karena itu, sumber energi terbarukan yang berasal dari dalam bumi memiliki tenaga yang sangat kuat dan jumlah yang melimpah. Untuk meraih panas bumi, pembangkit listrik geothermal menggunakan sumur dengan kedalaman 1.5 km atau lebih.

5. Tenaga Angin

Energi angin adalah energi yang diperoleh dari pergerakan angin. Semakin besar kekuatan anginnya, maka tenaga yang dihasilkan akan semakin besar. Tenaga angin dapat diperoleh dari kincir angin yang nantinya berubah menjadi energi listrik.

Untuk mewujudkan perubahan energi angin ke listrik yang stabil, turbin angin dapat ditempatkan di daerah yang kecepatan anginnya relatif tetap, begitu pun dengan arah angin yang tak berubah-ubah.

Contoh Perubahan Energi dan Manfaatnya

Setelah membahas macam-macam energi, apa saja, sih, contoh nyata dan manfaat yang dihasilkan? Berikut ini contoh-contohnya:

  1. Energi Listrik
  • Energi listrik dapat berubah menjadi energi cahaya, salah satunya adalah lampu pijar dan tabung. Terdapat filamen yang terbuat dari kawat wolfram halus dan berada di dalam ruang kaca lampu pijar.Ketika arus listrik mengalir, filamen berpijar sampai suhu 1.000 OC untuk menghasilkan cahaya dan kalor. Sayangnya, lampu ini tidak hemat energi.
  • Energi listrik dapat berubah menjadi energi kalor, misalnya setrika, kompor, dan solder. Terdapat elemen pemanas yang terbuat dari bahan konduktor yang hambat jenisnya besar. Elemen tersebut menghasilkan energi kalor dan kenaikan suhu bila dialiri arus listrik. Panas inilah yang digunakan untuk memanaskan dan meluruskan pakaian oleh setrika. Sementara itu, panas yang dihantarkan ke kompor dapat digunakan untuk memasak makanan.
  • Energi listrik dapat berubah menjadi energi mekanik, misalnya motor tape.
  • Energi listrik dapat berubah menjadi energi kimia, misalnya peristiwa penyepuhan (peristiwa melapisi logam dengan logam lain).
  1. Energi Kimia
  • Minyak bumi mengandung energi kimia yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, alat-alat pabrik, dan kegiatan memasak.
  • Energi cahaya matahari diperlukan dalam proses fotosintesis tumbuhan sehingga mengandung energi kimia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *