6 Proses Bayi Tabung dan Kisaran Biayanya

Selain dana yang harus disiapkan, tahapan bayi tabung juga perlu diketahui agar bisa menyiapkan diri. Kisaran biaya bayi tabung bervariasi di setiap kota tempat rumah sakit atau klinik kandungan. Biasanya program bayi tabung di Indonesia mencapai kisaran Rp 50 juta bahkan lebih.

Bayi tabung merupakan salah satu alternatif bagi pasangan yang kesulitan ingin memiliki buah hati. Meskipun biayanya cukup mahal, tetapi metode ini sudah ditempuh banyak pasangan yang sangat mendambakan seorang anak dalam kehidupan pernikahan mereka.

Program bayi tabung merupakan salah satu cara mendapatkan kehamilan pada pasangan yang mengalami gangguan kesuburan dengan cara mempertemukan sperma dan sel telur di luar tubuh manusia. Setelah terjadi pembuahan, sejumlah embrio akan ditanam Kembali ke Rahim calon ibu.

Penasaran bagaimana proses bayi tabung ? Berikut urutan proses bayi tabung yang dilakukan.

1. Pemeriksaan Awal

Pemeriksaan dilakukan kepada calon ibu, dengan memeriksa kadar estrogen di dalam darah untuk memastikan ovarium atau indung telur dalam keadaan tidur. USG transvaginal dilakukan untuk mengetahui ukuran indung telur, serta mengantisipasi adanya kista ovarium yang sering menjadi penyebab masalah kesuburan.

2. Stimulasi Ovarium

Stimulasi dilakukan dengan menyuntikan sebuah obat ke tubuh pasien, dan pasien akan diajarkan cara menyuntikan sendiri obat ke tubuhnya. Obat harus rutin disuntikan sebanyak 1-4 kali sehari, selama seminggu atau 10 hari. Selama proses stimulasi, dokter akan memantau perkembangan sel telur melalui USG dan memeriksa kadar estradiol melalui tes darah beberapa hari sekali. Proses pemantauan ini penting untuk mengetahui apakah dosis obat yang disuntikan perlu ditambah atau dikurangi.

3. Pematangan Sel

Telur harus menyelesaikan pertumbuhan dan perkembangannya sebelum diambil. Untuk memicu pematangan, diperlukan suntikan human chorionic gonadotropin (hCG). Suntikan hCG diberikan Ketika 4 folikel atau lebih telah berukuran sekitar 18-20 mm dan kadar estradiol sudah lebih dari 2000 pg/ml.

4. Proses Pengambilan Sel Telur

Jika sel telur telah matang, maka pasien akan menerima suntikan hCG. Pengambilan sel telur akan dilakukan 34-36 setelah suntikan hCG dilakukan. Proses pengambilan sel telur dalam tahapan bayi tabung ini dilakukan menggunakan jarum khusus yang dimasukkan kedalam indung telur, yang akan mengisap folikel dalam ovarium. Dalam setiap folikel terdapat satu buah oosit atau sel telur. Oosit ini kemudian dibawa ke laboratorium embriologi.

5. Sel Telur dan Sperma Dipertemukan

Didalam lab embriologi, sel telur yang telah diambil akan dilakukan proses seleksi guna memilih sel telur paling baik. Setelah sel telur dan sel sperma terpilih maka, mereka akan dipertemukan melalui tangan dokter di sebuah cawan. Proses ini hanya bisa dilihat melalui mikroskop.

6. Menanamkan Embrio ke dalam Rahim

Setelah proses pembuahan dilakukan, tahapan bayi tabung selanjutnya adalah menyimpan sel telur selama 3-5 hari di wadah khusus. Apabila sel telur telah berubah menjadi embrio, saatnya memindahkan embrio ke dalam Rahim. Sebelum pemindahan embrio dilakukan, pasien akan diberi obat hormon progesterone. Hal ini berguna untuk membantu menyiapkan dinding Rahim agar embrio mudah menempel dan bisa tumbuh dengan baik.

Proses pemindahan embrio dilakukan dengan cara memasukan tabung tipis berisi cairan embrio pada leher Rahim. Embrio yang dimasukkan biasanya lebih dari satu. Dan bila dari hasil pembuahan terdapat banyak embrio yang berhasil dibuahi, maka sisa embrio bisa dibekukan untuk Kembali digunakan dimasa depan atau disumbangkan.

Penting untuk diingat, hal yang harus diperhatikan demi suksesnya program bayi tabung adalah kondisi fisik dan psikologis istri dan suami. Juga infrastruktur fisik, peralatan medis , staf yang kompeten , Teknik prosedur yang baik dan kolaborasi pelayanan dengan pendekatan tim.

Persiapan Sebelum Melakukan Bayi Tabung

Sebelum memulai siklus IVF menggunakan telur dan sperma sendiri, sebaiknya melakukan beberapa pemeriksaan seperti :

1. Tes Cadangan Ovarium

2. Analisis Sperma

3. Skrining Penyakit Menular

4. Berlatih Transfer Embrio

5. Pemeriksaan Rahim

Kondisi Medis Yang Mendorong Program Bayi Tabung

1. Kerusakan / Penyumbatan Tuba Falopi

2. Gangguan Ovulasi

3. Endometriosis

4. Fibroit Rahim

5. Sterilisasi atau pengankatan Tuba Sebelumnya

6. Gangguan Produksi atau Fungsi Sperma

7. Infertilitas Yang Tidak Dapat Dijelaskan

8. Kelainan Genetik

9. Masalah Kesuburan Untuk Kanker atau kondisi Kesehatan Lainnya

Resiko Bayi Tabung

1. Kehamilan Kembar

2. Persalinan Prematur dan Berat Badan Lahir Rendah

3. Sindrom Hiperstimulasi Ovarium

4. Keguguran

5. Komplikasi Prosedur Pengambilan Telur

6. Kehamilan Ektopik

7. Cacat lahir

8. Kanker

9. Tingkat Stress yang Meningkat

Sekian ulasan mengenai Program bayi tabung semoga bermanfaat bagi kalian yang ingin Program Kehamilan. Melansir dari laman theAsianparent.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *